Jumat, 07 November 2014

TIPS BANGUN MALAM

Ada selama ini orang yang ingin sekali bangun malam. Bangun untuk shalat tahajud, tetapi lagi-lagi dia selalu terluputkan sampai pagi, bahkan shalat Shubuh-pun agak sedikit terlambat, terkadang kesiangan. Tetapi jangan khawatir masih banyak jalan yang dapat kita tempuh. Allah akan selalu memberikan jalan bagi hamba yang ingin beribadah kepada-Nya. Nah saatnya kita mencoba tips berikut ini. Semoga berhasil dan insya Allah berhasil!

Tips atau kiat-kiat ini terbagi menjadi 2 faktor:

PERTAMA:  FAKTOR LAHIR

Faktor lahir meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  • Jauhi perbuatan dosa dan maksiat di saat siang hari.
  • Berusaha untuk tidur siang.
  • Keraskanlah tempat tidur.
  • Punya teman yang mengingatkan (apakah dia isteri, teman akrab, alarm dsb).
  • Tidak memperbanyak makan (makan jangan terlalu kenyang).
  • Tidak membebankan fisik dengan pekerjaan yang berat pada waktu siang hari.
  • Mengamalkan sunnah saat tidur, misalnya membaca dzikir-dzikir yang diajarkan Rasul ketika hendak tidur dan tidur diatas lambung sebelah kanan.
KEDUA: FAKTOR BATIN
  • Membersihkan hati dari kebencian terhadap kaum muslimin, perbuatan yang tidak ajarkan Rasul, dan dari keinginan duniawi yang berlebihan. 
  • Rasa takut yang mendominasi hati disertai angan-angan hidup yang pendek.
  • Mengetahui keutamaan shalat tahajud.
  • Mencintai Allah dan keyakinan yang kuat bahwa dalam shalat tahajud tersebut dia sedang bermunajat (memohon ) kepada Allah.
__________________________________
Sumber:
1. Sholat Tahajud Oleh Abu Abdillah Muhammad bin Su'ud bin Muhammad Al 'Arifi.
2. Investasi Akhirat Oleh Dr. Khalid Abu Syadi.

@Lailatus Sabt, 15 Muharram 1436 H/7 Nopember 2014 M/Pkl.21.26 WIB

Selasa, 04 November 2014

NASIHAT JIBRIL 'alaihis salaam

Suatu saat Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam memberikan nasihat kepada nabi yang mulia. Inilah nasihatnya:

" Wahai Muhammad hiduplah sesuka hatimu, tetapi (ingat) engkau akan mati (meninggal). Cintailah orang yang engkau senangi, tetapi (ingat) engkau akan berpisah dengannya. Dan beramallah sesuka hatimu, niscaya engkau akan mendapatkan balasannya." (HR. Al Baihaqi)

Ada 3 nasihat yang disampaikan Jibril dalam hadits di atas, khususnya kepada Nabi Muhammad dan umumnya kepada umatnya termasuk para pembaca dan kita semua ini.

1.  Hidup sesuka hati tapi ingat suatu saat ajal akan menjemput kita.

Ingat, nasihat yang diberikan ini bukan berarti kita boleh hidup semau kita di alam dunia yang fana ini. Kalau kita tahu hidup di alam ini hanya sebentar maka kita tak akan berleha-leha/bersantai-santai saja. Sebenarnya kita hidup hanya untuk menunggu kematian. Kita semua adalah CAMAT (CALON MATI). Bagi mukmin dunia ini adalah penjara, sebagaimana Rasul katakan:

" Dunia adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir."

2. Senangi siapa saja yang kita sukai tapi ingat kita akan berpisah dengannya.  

Dalam kehidupan di alam dunia ini hanya ada 2 kemungkinan, kita dahulu yang meninggalkan orang-orang yang kita cintai atau sebaliknya. Karenanya perioritaskanlah cinta itu dengan benar. 

Urutan cinta yang benar adalah cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul-Nya (Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam), dan jihad di jalan Allah. Setelah itu cinta kepada selain mereka. Entah itu cinta kepada orang tua, isteri, harta benda dan yang lainnya.  

3. Beramal sesuka hati, banyak sedikit atau sama sekali tidak mau beramal tapi semua amalan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

Hidup di alam yang sebentar ini haruslah dihiasi dengan amal terutama adalah amalan-amalan yang wajib, apakah itu shalat, shoum/puasa, zakat, atau haji. Di samping itu diiringi dan ditambah juga dengan amalan-amalan sunnah seperti shalat-shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat wajib), tahajud, dhuha, witir, infaq, shadaqah, dan sebagainya. 

Tapi perlu diingat amalan-amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah kecuali harus memenuhi 2 syarat pokok:
  • Ikhlas karena Allah semata (bukan karena ingin pujian atau sanjungan dari selain Allah).
  • Mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad shallallallahu 'alaihi wasallam.
Semoga Allah memudahkan bagi kita dalam memahami nasihat Jibril ini dan dapat kita jadikan peringatan dalam kehidupan di alam yang fana ini.

___________________
Sumber:
1. Mukhtaar al Ahaadiits an Nabawiyyah hal: 4

@12 Muharram 1436 H/ 4 Nopember 2014 M/ Pkl. 20.45 WIB

Sabtu, 01 November 2014

MAAFKANLAH!

Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang sangat membutuhkan orang lain. Makhluk yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Namun banyak hal yang menjadi problematika dalam interaksinya. Sering kali kita melihat atau mendengar seseorang yang menjelek-jelekkan atau mengejek orang lain. Media yang digunakan-pun amat beragam. Mulai dari langsung dengan person-nya, via telpon, sms, bbm-an, whatsapp, twitter, facebook atau media sosial lainnya.

Apa sikap seorang muslim ketika menghadapi permasalahan ini?

Sikap yang terbaik adalah MEMAAFKAN.

Memaafkan memang terasa berat dan sangat berat bagi kita. Namun hal ini bisa kita latih dan perlu kita latih terus menerus. Sikap ini Allah sebutkan dalam surat Ali Imran ayat 134.

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan ) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".

Terlebih lagi yang berbuat keburukan kepada kita adalah orang yang tidak tahu (bodoh).

Rasulullah sebagai teladan telah mencontohkan kepada umatnya bagaimana sikap yang harus ditempuh. Beliau dihina, dikejar, dilempari dengan batu sampai berdarah-darah saat berdakwah di Thaif, apa yang beliau lakukan, marah-kah? Oh, ternyata tidak! Justeru beliau mendoakan kaumnya dengan doa: "Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu".

Demikian pula dengan sikap para ulama ketika menghina permasalahan ini. Sebut saja Imam Ahmad rahimahullah. Beliau menghadapi ujian berupa siksaan dengan cara dicambuk, dipenjara dengan kaki dirantai. Bayangkan siksaan ini beliau alami selama 4 periode masa kepemimpinan. Subhaanallaah!

Saat beliau terbebas, ada sekelompok orang yang ingin mengajak untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah saat itu, namun beliau menolak dengan keras.


Hal yang sama dialami oleh seorang ulama besar Ahmad bin Abdul Halim yang dikenal dengan Ibnu Taimiyah. Ulama yang ketika meninggalnya diiringi oleh 200.000 orang laki-laki dan 15.000 kaum wanita menuju masjid al Umawi Damaskus untuk dishalatkan. Ulama besar ini-pun mengalami masa-masa pahit dalam kehidupannya. Beliau dihina, disiksa dalam penjara oleh raja dan para pejabat saat itu.

Pada suatu saat beliau terbebas di bawah pemerintahan yang adil, ada salah musuh beliau yang dulu pernah menyiksanya lari dari kejaran orang-orang dan bersembunyi di rumah Ibnu Taimiyah. Setelah diketahui dan sang raja mempersilakan kepada beliau berbuat apa saja terhadap musuhnya tersebut. Beliau justeru memaafkan musuhnya tanpa ada rasa dendam di hati. Subhaanallaah, sebuah contoh yang menakjubkan!

Masih banyak contoh yang dapat diambil dari para pendahulu kita ketika menghadapi keburukan yang kita alami dari orang lain.

Semoga Allah memberikan sifat pemaaf dan mau memaafkan kesalahan orang lain kepada kita.

_____________________
Sumber:
1. Ad Daliil al Mufahris li Alfaazhil Qur'aanil Kariim oleh Doktor Husain Muhammad Fahmi as Syafii.
2. Para Pemberontak di Jalan Allah oleh Mahmud 'Awad.

Yaumul Ahad, 9 Muharram 1436 H/2 Nopember 2014 M/Pkl.07.28 WIB

4 AMALAN HARI JUM'AT

Hari Jum'at adalah salah satu hari dalam seminggu yang Allah ciptakan untuk kepentingan manusia. Jum'at hari yang mulia, karenanya hari Jum'at disebut dengan Sayyidul Ayyam (penghulu/pemimpinnya hari).

Suatu kewajaran disebut demikian mengingat dalam beberapa hadits disebutkan tentang keutamaan hari Jum'at diantaranya:

a. Hari terbaik matahari terbit.

b. Hari diciptakannya Adam 'alaihis salaam.

c. Hari dimasukkannya Adam ke dalam surga dan dikeluarkan dari surga.

d. Hari diwafatkannya Adam.

d. Tidak akan terjadi Kiamat kecuali pada hari Jum'at.

Begitu mulia dan hebatnya hari Jum'at itu, karena itu ada 4 amalan yang Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam  ajarkan kepada umatnya yaitu:

1. Memperbanyak membaca sholawat kepada beliau yang mulia.

2. Membaca surat Al Kahfi baik malam atau siangnya (sebagian kaum muslimin membaca surat Yasin, padahal ini tidak diajarkan nabi yang mulia. Catatan: seluruh hadits yang berkaitan dengan keutamaan membaca surat Yasin derajatnya lemah dan palsu)

3. Disunahkan mandi, memakai wangi-wangian, dan pakaian yang terbaik.

4. Berpagi-pagi menuju masjid untuk melaksanakan shalat Jum'at.

Poin 1-2 disunahkan, baik untuk kaum laki-laki atau perempuan, sementara poin 3 dan 4 ditekankan hanya untuk kaum laki-laki saja.

_______________________________
Sumber:
1. As Sholah 'alal Madzaahib al 'Arbi'ah hal: 203-204
2. Yasinan oleh Ust. Yazid hal: 64

Yaumul Ahad, 9 Muharram 1436 H/2 Nopember 2014 M/Pkl. 06.20 WIB

Senin, 27 Oktober 2014

NIKMATNYA SUNGAI DI SURGA

Ketika kita membaca Al Qur'an sering kita mendapati ayat yang berbunyi jannaatin tajrii min tahtihal anhaar (surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai).

Bagaimana jenis dan sifat sungai-sungai di surga? Samakah dengan yang ada di dunia.

Ketahuilah di surga ada beberapa sungai yang indah dan elok yang tidak akan sama keindahan dan keelokannya seperti sungai-sungai di dunia, dan tidak sama pula seperti yang kita hayalkan.
Al Qur'an surat Muhammad ayat 15 berbicara tentang hal ini:

" (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai yang dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring......" 

Dari ayat tersebut di atas dapat disimpulkan jenis-jenis sungai surga:
1. Sungai-sungai dari air.
2. Sungai-sungai dari susu.
3. Sungai-sungai dari khamar (arak)

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya sehingga kita dapat menikmati betapa nikmatnya sungai-sungai yang ada di surga.
__________________________
4 Muharram 1436H/27 Oktober 2014M/Pkl.22.27 WIB

Sabtu, 25 Oktober 2014

MANUSIA TERBAIK DAN TERBURUK

Siapakah manusia terbaik dan terburuk?

Jawabannya terdapat dalam surat Al Bayyinah ayat 6 dan 7.

Ayat ke-6 : "Sesungguhnya orang-orang  kafir dari ahlul kitab dan orang-orang musyrik, mereka berada di dalam neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Merekalah seburuk-buruknya makhluk".

Ayat ke-7 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh merekalah sebaik-baiknya makhluk".

Dapatlah dipahami bahwa seburuk-buruknya makhluk adalah orang-orang kafir. Karenanya jangan kita merasa canggung di hadapan mereka dan merasa ta'jub terhadap kedudukan mereka. Ketauhilah siapa orangnya, apapun kedudukannya, sehebat apapun kepandaiannya, sekaya apapun orangnya, tetaplah mereka orang-orang kafir yang Allah katakan sendiri seburuk-buruknya makhluk dan tempatnya neraka Jahanam.

Sebaliknya jika ingin disebut sebaik-baiknya makhluk, maka ada dua hal yang perlu dikerjakan dan amalkan: PERTAMA: BERIMAN dan KEDUA: BERAMAL SHOLEH

Insya Allah kita akan mendapatkan surga Adn dan kekal di dalamnya, sebagaimana digambarkan dalam ayat ke-8. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

_______________________________
2 Muharram 1436H/26 Oktober 2014M/Pkl.13.47 WIB

SATU NABI DIPEREBUTKAN 3 AGAMA

Allah mengutus para nabi dan rasul-Nya untuk memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya. Mereka diutus dari satu zaman ke zaman yang lain. Dalam riwayat disebutkan jumlah para Rasul sebanyak 314 orang sementara para nabi berjumlah 24.000 orang.

Diantara para nabi dan rasul ada seorang yang disebut dengan abul anbiya (bapaknya para Nabi). Siapa dia? Beliau adalah Nabiyullah Ibrahim 'alaihis salaam. Mengapa disebut dengan abul anbiya? Karena dari keturunannya-lah terlahir para rasul yang mulia yang diutus ke alam dunia yang fana ini.

Kita sebut saja Nabi Ismail 'alais salaam, Nabi Ishaq (dari Nabi Ishaq terlahir Nabi Ya'qub, dari Nabi Ya'qub terlahir Nabi Yusuf 'alaihis salaam. Sementara Nabi muhammad berasal dari keturunan Nabi Ismail 'alaihis salaam.

Nabi Ibrahim inilah yang diklaim oleh 3 agama, Yahudi, Nasrani, dan Islam. Mereka menganggap Ibrahim milik mereka. Dari ketiga kelompok tersebut hanya Islamlah yang berhak mengakui Nabi Ibrahim sebagai nabinya. Mengapa?

Di antara salah satu ajaran Nabi Ibrahim adalah menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Ini dilaksanakan umat Islam hingga pada saat ini. Sementara mereka tidak!

Disamping itu klaim kedua agama selain Islam hanya sekedar klaim, pengakuan belaka, tidak dengan perbuatan (kenyataan). Dan Allah sendiri secara tegas telah menyatakan:

" Bukanlah Ibrahim itu beragama Yahudi atau Nasrani tetapi dia adalah Muslim (beragama Islam)"

Nah, ayat di atas sangat jelas menyebutkan identitas Nabi Ibrahim, bukanlah Yahudi apalagi Nasrani. Beliau adalah muslim seperti nabi-nabi sebelum dan sesudahnya.

Nah! Jadi, siapa ya yang lebih berhak mengklaim Nabi Ibrahim?

__________________
2 Muharram 1436H/26 Oktober 2014M/Pkl.13.06 WIB