Senin, 22 Desember 2014

KEJAMNYA RIBA

Di suatu pagi hari tepatnya hari Jum'at datang seorang ibu paruh baya yang wajahnya sendiri penulis kenal. Kenal karena beliau adalah salah seorang wali murid RA/TK angkatan beberapa tahun sebelumnya.

Penulis menjadi heran karena tidak biasanya beliau datang sekolah sejak beberapa tahun lalu. Di samping itu mukanya dalam keadaan tegang dan kebingungan, dan sepertinya ketakutan juga.

Setelah memberi salam, dia masuk kantor, lalu saya tanya: "Ada Bu?" Gimana khabar Wisnu (anaknya)? Di mana sekarang? Masih di tempat/sekolah yang lama?" Katanya.

Selanjutnya dengan sedikit kebingungan dia ungkapkan keinginannya. Intinya dia ingin meminta air ruqyah, agar hatinya bisa lebih tenang dan juga meminjam uang.

Lalu saya tanya: "Bukankah sekarang yang bersekolah hanya Wisnu dan yang bekerja ibu dan bapak kan?" Kok bisa kurang.

"Saya terlilit hutang rentenir", ungkapnya.

"Memangnya ibu hutang berapa?" Kata saya

"Hutang sih cuma 500, tapi bunganya itu!!" Katanya.

Selanjutnya dia jelaskan, bahwa uang yang Rp. 500.000,-  tadi diberikan ke dia cuma Rp. 450.000, sementara dia harus melunasi uang sebanyak Rp. 700.000,- (bayangkan hutangnya cuma 500!) dan hariannya dia harus membayar Rp. 20.000,- kepada rentener tersebut.

"Kenapa ibu bisa ikut seperti itu!" Kata saya

Lalu penulis jelaskan hukum meminjam uang dengan bunganya seperti itu. Itu semua adalah RIBA. Sesuatu perbuatan yang diharamkan Allah Jalla wa 'Alaa.

Dari kisah nyata di atas dapatlah kita ambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Cara pinjam meminjam seperti di atas adalah RIBA. Karena terdapat bunga di dalamnya, sementara bunga itu diharamkan.

2. Hal yang sama juga terjadi pada akad/membuka rekening di bank-bank konvensional, karena terdapatnya bunga yang didapatkan nasabah setiap bulannya. Sepakat para ulama bunga bank itu hukumnya HARAM.

3. Al Qur'an dengan sangat jelas mengharamkan RIBA (lihat surat al Baqarah: 275 dan 278).

4. Sementara itu Rasulullah sendiri mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba, dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semuanya sama (berdosa). (HR. Muslim).

5. Harta riba walaupun jumlahnya banyak pada akhirnya akan menjadi sedikit (HR. Ahmad, At- Thabrani, dan Al-Hakim)

Semoga kita dijauhkan dengan sejauh-jauhnya dari seluruh transaksi riba. Aamiin yaa mujiibas saailiin.

________________
1rabi'ul awwal1436h/23desember2014m/pkl.08.50wib.

TUJUH GOLONGAN DALAM NAUNGAN ALLAH

Padang Mahsyar adalah padang tempat berkumpulnya seluruh makhluk Allah sejak manusia pertama (Adam 'alaihis salaam) hingga manusia terakhir yang hidup di akhir zaman. Untuk apa mereka dikumpulkan?

Tidak lain untuk dihisab seluruh amal perbuatannya selama mereka hidup di alam dunia yang fana ini. Pada saat itu adalah masa-masa yang sangat menegangkan dan menakutkan, mengapa demikian? Bayangkan saat itu matahari yang saat ini jarak jutaan kilometer, nanti di sana hanya berjarak satu mil.

Para ulama berpendapat, 1 mil yang dimaksud itu adalah ukuran jarak yang biasa kita kenal. Sementara yang lain berpendapat 1 mil adalah ukuran alat celak mata. Subhanallah betapa dekatnya jarak matahari. Tidak bisa dibayangkan betapa panasnya saat itu.

Namun ada orang-orang pilihan yang akan mendapatkan naungan saat tidak naungan kecuali naungan Allah Azza wa Jalla. Siapakah mereka? Mari kita lihat bersama-sama:

1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah semata.

5. Lelaki yang diajak berbuat mesum oleh wanita berkedudukan lagi cantik, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah".

6. Seorang lelaki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanannya.

7. Seorang lelaki yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendirian, lalu menetes air matanya.

Keterangan ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (660) dan Muslim (1031).
 
Semoga kita menjadi salah satu bagian dari 7 kelompok tersebut di atas dan semoga Allah memudahkan urusan kita di hari kiamat nanti. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

________________________
1rabi'ul awwal1436h/23desember2014m/pkl.08.00wib.


Senin, 24 November 2014

BERSENANDUNG DI AREAL PEKUBURAN

Ada satu hal yang mengagetkan sekaligus mencengangkan hati penulis. Apa pasalnya?

Ceritanya seperti ini:

Di Sabtu siang lalu, tepatnya tanggal 22 Nopember 2014, penulis mengantar jenazah salah seorang ibu yang meninggal dunia di pagi shubuh itu. Sesampainya di areal pekuburan yang berada di bilangan Jakarta Barat itu para pengantar mengantarkan jenazah untuk dikuburkan. Penulis sendiri datang lebih kurang 5-10 menit kemudian.

Di areal pemakaman yang tidak begitu luas dan sudah tampak padat terisi saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia, tiba-tiba datang dari arah sebelah kanan penulis yang kebetulan berdiri di samping kendaraan yang diparkirkan di sisi sebuah makam, seorang ibu muda sambil memegang tangan anak laki-lakinya berjalan sambil bersenandung dengan cerianya. Entah lagu apa yang dinyanyikan,  hanya nadanya saja yang terdengar. Sejenak penulis tersentak kaget. Subhanallah di tengah-tengah pemakaman masih berani bersenandung? Tapi penulis berbaik sangka kepadanya kemungkinan besar dia tidak faham.

Apa yang dapat kita ambil dari cerita singkat ini?

Ketahuilah wahai saudaraku, ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari cerita ini:

1. Mengantar jenazah saudara kita yang muslim adalah salah satu hak muslim terhadap muslim yang lain. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits nabi.

2. Allah akan memberikan pahala besar berupa qiiraathoon= 2 gunung besar (seperti Uhud) jika seseorang menyaksikan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkapani, menyolatkan sampai menguburkan.

3. Rasulullah mengingatkan kepada umatnya untuk banyak mengingat kematian. Salah satu cara untuk mengingatkannya adalah dengan ziarah kubur atau mengikuti penyelenggaraan jenazah.
Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam:

" Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan/kenikmatan " (Al Hadits)

Pemutus kelezatan/kenikmatan yang dimaksud adalah KEMATIAN.

4. Pemakaman adalah tempat untuk mengingat kematian dan kampung akhirat, hendaklah ketika memasukinya diikuti adab-adabnya sebagaimana diajarkan Nabi, seperti masuk dengan memberi salam, membuka sandal/alas kaki dan adab lainnya. Pemakaman bukan untuk bergembira, baik itu dengan tertawa, bercanda, bernyanyi, duduk-duduk atau berjalan di atasnya dan perbuatan terlarang lainnya.

5. Ingatlah! alam kubur atau alam barzakh adalah tempat persinggahan pertama menuju alam akhirat. Siapa saja yang selamat (mendapatkan nikmat kubur) di persinggahan pertama maka insya Allah ia akan selamat pada kehidupan berikutnya. Sebaliknya bagi siapa saja yang tidak selamat (disiksa di alam kuburnya ) maka bisa dipastikan ia akan mendapatkan kesulitan yang besar pada tahapan berikutnya. 


Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua. Aamiin.

__________________
@yaumul itsnain, 1 shafar 1436 H / 24 nopember 2014 M / pkl. 17.30 wib

Jumat, 21 November 2014

KEUTAMAAN DZIKIR HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIIL

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan kepada umatnya dzikir, baik yang bersifat muqayyad (terikat dengan waktu) atau mutlaq (tidak terikat waktu).

Dzikir yang bersifat muqayyad diantaranya dzikir setelah shalat, keluar dan masuk masjid, masuk dan keluar kamar mandi/WC, keluar rumah, ketika hendak tidur dan sebagainya.

Sementara yang bersifat mutlaq seperti dzikir subhaanallah al hamdulillah laa ilaaha illallah allaahu akbar, laa haula walaa quwwata illaa bilaah dan sebagainya. 

Salah satu yang diajarkan Rasul adalah dzikir hasbunallaah wani'mal wakiil (cukuplah Allah sebaik-baiknya wakil/penolong).

Dzikir inilah yang pernah dibaca bapaknya para nabi, yakni Nabi Ibrahim 'alaihis salaam. Dengan penuh keikhlasan dalam membacanya Nabi Ibrahim selamat dari dahsyatnya api yang membakarnya saat disiksa dengan cara dibakar hidup-hidup oleh raja Namrudz. Alhamdulillah beliau keluar dari kobaran api dengan selamat dan beliau merasakan hawa dingin dari api yang tampak sangat panas di hadapan manusia yang menyaksikannya saat itu.

Dzikir ini pulalah yang dibaca Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam. Kapan itu terjadi?

Ketika pasukan Rasulullah mengalami kekalahan dalam perang Uhud, ada khabar bahwa pasukan beliau akan diserang kembali oleh pasukan kafir Quraisy. Timbul kegalawan, kekhawatiran di hati kaum muslimin, saat mereka masih lelah, banyak yang terluka, dan bersedih dengan banyaknya kaum muslimin yang meninggal pada perang tersebut.

Namun Rasulullah pada saat itu menenangkan kaum muslimin dengan membaca dzikir : "Hasbunallaah wa ni'mal wakiil". Beberapa hari kemudian rencana kaum Quraisy itu dibatalkan oleh mereka dengan izin Allah.

Hal serupa penulis alami sendiri kedahsyatan dzikir ini. 

Beberapa tahun yang lalu (penulis lupa tanggal dan tahunnya), ada seseorang yang masih ada hubungan kekerabatan dengan penulis, kemasukan setan (kesurupan kata orang). Entah apa yang ada di benaknya, dia menghampiri penulis dengan penuh kemarahan. Alhamdulillah dengan petunjuk Allah penulis membaca dzikir ini sambil memegang belakang kepalanya, subhaanallaah tak disangka sebelumnya, dia luluh, lemas tanpa tenaga. Lalu penulis antarkan ke rumahnya.

beberapa hari kemudian, dia bertanya dengan bahasa logat Betawi, "Apa sih yang lu baca? " Kenapa?
Badan gua jadi lemes, gak bertenaga." Lalu penulis jelaskan, bahwa yang dibaca adalah dzikir hasbunallaah wani'mal wakiil.

Subhaanallaah, begitu dahsyatnya dzikir ini, semoga kita bisa mengamalkannya khususnya di saat-saat genting, saat-saat berbahaya, dan saat menghadapi musuh yang terlihat atau tidak.

____________________
@sabtu, 22 Nopember 2014, Pkl: 07.05 WIB.

5 TAHAPAN KEHIDUPAN MANUSIA

Hidup di alam dunia ini adalah salah satu tahapan dari 5 tahapan yang dialami manusia. Ke-5 tahapan itu termaktub dalam Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Bab al Iimaan bil Yaumil Aakhir buah karya  Syaikh Sholeh al 'Utsaimin.

Kelima tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tahapan Ketidak-adaan (surat Al Insan: 1 dan Al Haj: 5).

2. Alam Rahim (Surat Az Zumar: 6).

3. Alam Dunia (Surat An Nahl: 78).

4. Alam Barzakh (surat Al Mu'minun: 100)
.
5. Alam Akhirat (surat Al Mu'minun: 16).

Nah itulah kelima tahapan yang telah, sedang, dan akan dialami manusia. Pada saat sekarang ini kita sedang berada di alam dunia (tahapan ke-3), alam yang fa (rusak). Di alam inilah tempat manusia untuk beramal sholeh (saatnya untuk menanam, di akhirat memanen).

Ada dua tahapan lagi yang akan dilalui manusia, alam Barzakh dan Akhirat. Siapa saja kata nabi yang selamat pada alam Barzakh, insya Allah akan selamat di akhirat nanti.

Semoga kita dapat melalui alam dunia ini dengan selamat yakni dengan menghiasinya dengan amal sholeh sehingga kita bisa selamat di dua alam setelahnya (Barzakh dan Akhirat). Dan Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin....aamiin ya...rabbal 'aalamiin.

______________________________
Yaumus sabt, 22 Nopember 2014M, Pkl: 06.18 WIB.

Rabu, 12 November 2014

SURAT TERBUKA BAGI PEMILIK KONTRAKAN

Allah memberikan rizki kepada seluruh hambanya tanpa pandang bulu, muslimkah atau kafir. Baik kepada manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan atau kepada yang lainnya. Semua diberikan sesuai takarannya.

" Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberikan rizkinya".
(Huud: 6)

Bagi manusia, ada yang diberikan rizki yang melimpah berupa harta oleh Allah dibandingkan dengan yang lainnya sehingga sebagian manusia tersebut mampu memenuhi kebutuhannya dengan mudah. Rizki yang ada dipakai untuk berinves, membeli saham, reksadana, menabung di bank bahkan mendefositokan uangnya di bank konvesional dengan iming-iming akan mendapatkan bunga dan keuntungan yang besar (hati-hati, bisa jatuh kepada riba!).

Ada sebagian yang membuat apartemen mewah, vila atau dalam sekup kecil dengan membuat rumah-rumah yang disewakan (kontrakan) atau rumah kos di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

Namun perlu diwaspadai bagi para pemilik kontrakan banyak ingin mendapatkan keuntungan, tapi banyak pula yang telah melanggar norma-norma/aturan-aturan agama. Ada sebagian pemilik kontrakan yang menerima siapa saja yang mengontrak. Tidak diperhatikan apa agamanya, bagaimana ibadahnya, bagaimana statusnya (suami-isteri atau bukan? Atau selingkuhan?), akhlaknya, hobinya/kebiasaannya apa dsb.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana bisa mendapatkan penghuni kalau ada aturan-aturan seperti itu? 

Ini memang bukankanlah aturan yang baku dan mengikat. Namun ini harus menjadi perhatian. Ingatlah wahai saudara, wahai para pemilik kontrakan, inginkah Anda sengsara di akhirat dengan sebab kontrakan saudara? Kok bisa kontrakan menyengsarakan pemiliknya atau diancam masuk neraka?

Hal itu bisa saja terjadi, dengan apa?

Ingatlah ketika Saudara menerima dua pasang kekasih yang mengaku sebagai suami isteri kepada Anda tanpa Anda mengecek dahulu mana surat nikahnya. Anda menerima begitu saja yang penting kontrakan terpenuhi, begitu kan! Ternyata keduanya bukan suami isteri.

Di kontrakan Anda, mereka melakukan hubungan sebagaimana suami isteri. Mereka kumpul kebo. Mereka berzina di kontrakan Anda. Anda biarkan!!!

Setiap hari Anda akan berdosa dan berdosa, karena Anda memfasilitasi perbuatan dosa dan kemaksiatan kepada Allah, sementara Allah berfirman:

" dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (al Maidah: 2)

Terkadang banyak pula penghuni kontrakan yang menggunakan musik dalam menghibur diri atau keluarganya dalam kehidupannya sementara sang pemilik kontrakan diam seribu bahasa. Padahal sepakat para ulama musik itu hukumnya haram.

Hal tersebut didasari penafsiran sahabat Ibnu Mas'ud radiyallaahu 'anhu tentang surat Luqman: 6 pada ayat lahwal hadiits (perkataan yang tidak berguna) yang dimaksud adalah al ghinaa = lagu/musik dan juga dikuatkan beberapa hadits yang shahih.

Disamping itu ada sebagian penghuni kontrakan adalah pecandu minuman keras. Dengan bebasnya dia menenggak minuman haram itu di kontrakan Anda, baik siang ataupun malam, sementara Anda tertidur pulas di kediaman Anda tanpa merasa berdosa.

Ini sebagian kecil para penghuni kontrakan yang melakukan kemaksiatan kepada Allah, sementara para pemilik kontrakan diam seribu bahasa tanpa menegur para penghuninya.

Semoga surat terbuka ini bermanfaat bagi para pemilik kontrakan agar lebih selektif dalam mencari para penghuni kontrakan yang akan mendiami kontrakannya. Salah memilih akan fatal akibatnya.

_________________________
Yaumul khamis, 20 Muharram 1436 H/13 Nopember 2014 M/ Pkl. 06.16 WIB









Jumat, 07 November 2014

TIPS BANGUN MALAM

Ada selama ini orang yang ingin sekali bangun malam. Bangun untuk shalat tahajud, tetapi lagi-lagi dia selalu terluputkan sampai pagi, bahkan shalat Shubuh-pun agak sedikit terlambat, terkadang kesiangan. Tetapi jangan khawatir masih banyak jalan yang dapat kita tempuh. Allah akan selalu memberikan jalan bagi hamba yang ingin beribadah kepada-Nya. Nah saatnya kita mencoba tips berikut ini. Semoga berhasil dan insya Allah berhasil!

Tips atau kiat-kiat ini terbagi menjadi 2 faktor:

PERTAMA:  FAKTOR LAHIR

Faktor lahir meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  • Jauhi perbuatan dosa dan maksiat di saat siang hari.
  • Berusaha untuk tidur siang.
  • Keraskanlah tempat tidur.
  • Punya teman yang mengingatkan (apakah dia isteri, teman akrab, alarm dsb).
  • Tidak memperbanyak makan (makan jangan terlalu kenyang).
  • Tidak membebankan fisik dengan pekerjaan yang berat pada waktu siang hari.
  • Mengamalkan sunnah saat tidur, misalnya membaca dzikir-dzikir yang diajarkan Rasul ketika hendak tidur dan tidur diatas lambung sebelah kanan.
KEDUA: FAKTOR BATIN
  • Membersihkan hati dari kebencian terhadap kaum muslimin, perbuatan yang tidak ajarkan Rasul, dan dari keinginan duniawi yang berlebihan. 
  • Rasa takut yang mendominasi hati disertai angan-angan hidup yang pendek.
  • Mengetahui keutamaan shalat tahajud.
  • Mencintai Allah dan keyakinan yang kuat bahwa dalam shalat tahajud tersebut dia sedang bermunajat (memohon ) kepada Allah.
__________________________________
Sumber:
1. Sholat Tahajud Oleh Abu Abdillah Muhammad bin Su'ud bin Muhammad Al 'Arifi.
2. Investasi Akhirat Oleh Dr. Khalid Abu Syadi.

@Lailatus Sabt, 15 Muharram 1436 H/7 Nopember 2014 M/Pkl.21.26 WIB