Sabtu, 15 Desember 2012

TANGGAL KERAMAT?


Tanggal yang dianggap sakral oleh sebagian orang yang awam telah berlalu. Tanggal yang dimaksud adalah 12-12-2012. Banyak yang menganggap keramat, tanggal keberuntungan, namun ada juga yang menganggapnya tanggal sial. Bahkan ada yang memprediksi tanggal tersebut akan terjadi KIAMAT. 

Benarkah ini sakral dan adakah tanggal keberuntungan dan kesialan dalam Islam? 

Islam tidak mengenal hal yang seperti itu, karena seluruh tanggal, bulan dan tahun itu baik. Semua itu diciptakan Allah untuk kemaslahatan ummat. Kecuali ada hari dan bulan tertentu yang terbaik seperti apa yang dikhabarkan Allah dan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hari Jum'at, bulan Ramadhan, 4 bulan haram (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), dan waktu-waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah seperti sepertiga akhir malam, antara adzan dan iqamah, ketika sedang turun hujan, ketika sedang berpuasa dan sebagainya.

Jika ada orang yang memprediksi tanggal tertentu akan terjadi sesuatu. Ingatlah itu hanyalah kebohongan belaka. Kedustaan yang besar. Karena sesuatu yang ghaib hanyalah milik Allah semata. Tidak ada yang mengetahui perbendaharaan yang ghaib kecuali hanya AL KHALIK, Allah Jallaa wa 'Alaa.

Allah berfirman:

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (QS. al An'am: 59).


Bukti kedustaan mereka yang mengatakan akan terjadinya kiamat pada tanggal 12-12-2012 telah terbukti sudah. Bahkan sudah berlalu 4 hari yang lalu. Terjadikah kiamat? Sama sekali tidak. Namun, kalau yang dimaksud dengan kiamat shugra (kecil), itu pasti akan terjadi kepada siapapun. Tidak hanya terjadi di suatu waktu saja, namun di seluruh hari, tanggal, dan tahun. Karena setiap manusia akan mengalami kiamat ini, termasuk kita semua.Tidak lain, dialah kematian.

Tetaplah berusaha untuk selalu bersikap tenang. Tidak termakan isu yang menyesatkan. Imani terhadap apa yang telah dibawa oleh Rasululullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak percaya kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan tetaplah istiqamah dalam mengikuti sunnah Nabi. Insya Allah kita akan selamat dunia akhirat.


___________________________________
Yaumul Ahad, 2 Shafar 1434 H. Pkl. 07.33 WIB.



PENGEMIS


Pernahkah Anda mendengar pepatah ini: Sambil Menyelam Minum Air?

Ya, pepatah ini cukup terkenal di negeri kita. Kalau boleh mengartikan maknanya, mengerjakan sesuatu pekerjaan utama sambil mengiringinya dengan pekerjaan tambahan.


Agaknya pepatah ini cocok bagi seorang pengemis yang tiba-tiba datang ke rumah. Pagi ini, tampak  dari dalam rumah, seorang pengemis tua tiba-tiba memberi salam, sambil berucap assalaamu'alaikum..................Setelah dijawab salamnya dan kata-kata permohonan maaf untuk tidak memberi oleh salah seorang keluarga, sang pengemis ini-pun lalu pergi.

Apa yang dilakukan sang pengemis wanita ini sebelum dan sesudahnya? Ternyata tampak dari dalam, penulis melihat, sang pengemis ini memungut beberapa gelas air kemasan kosong yang ada di halaman rumah, lalu cepat-cepat disimpan di dalam wadah yang tertutup kain yang digendong dan selalu berada di samping tubuhnya.

Efektifkah pekerjaan sang pengemis ini? Tampaknya seperti itu. Di satu sisi, dia berprofesi sebagai pengemis, di sisi yang lain, dia juga sebagai pemulung. Subhanallah!

Dua pekerjaan dikerjakan dalam satu waktu. Sambil menyelam minum air.

Yang perlu dipahami bahwa pekerjaan mengemis ini tentunya memiliki motif tersendiri bagi para pelakunya. Ada yang mengemis karena memang keadaan yang mendesak dan tidak ada bantuan dari siapapun. Ada yang melakukannya karena ingin menambah penghasilan dan ingin memperbaiki keadaan di kampung atau desanya. Ada juga yang melakukannya karena ketiadaan pendidikan yang dimiliki. Dan ada juga yang melakukannya karena malas mencari pekerjaan.

Banyak kita temukan para pengemis yang datang ke rumah-rumah masyarakat, stasiun, terminal bis, perempatan jalan,  mereka berbadan tegap, masih muda, jalanpun masih kuat tentunya. Di antara mereka ada yang membawa bakul kecil, karung-karung beras atau kantung terigu. Ada yang hanya bermodalkan tongkat kayu. Dan ada juga yang memanfaatkan orang yang buta matanya untuk mengais rizki dengan cara menadahkan tangan kepada orang lain.

Keadaan seperti ini seharusnya lebih baik mereka menjadi petani, pedagang atau yang lainnya. Bahkan dia lebih baik menjadi seorang pemulung dengan cara mengais sampah-sampah bekas pakai, lalu dijual dan hasilnya dimakan untuk diri dan keluarganya.

Keadaan sebagian para pengemis yang ada di Jakarta, sebenarnya tidak seperti yang kita bayangkan dan kita lihat, tampak miskin, melarat, tidak memiliki rumah permanen. Ternyata di desanya mereka adalah orang-orang yang mampu. Bahkan pendapatan mereka bisa mencapai angka 6 juta / bulan. Subhanallah, bukan jumlah yang sedikit, bahkan bisa mengalahkan seorang karyawan pabrik di Jakarta, walaupun UMP (upah minimum provinsi)-nya dinaikkan.

Bagaimana sikap kita? Bijaklah dalam menyikapi para pengemis ini, berilah kepada mereka yang memang benar-benar sangat membutuhkan. Tidak kepada yang hanya berpura-pura menjadi pengemis. Jika tidak, maka kita sama saja dengan melegalkan profesi mereka. wallaahu a'lam.

_____________________

Yaumul Ahad, 2 Shafar 1434 H. Pkl. 06.21 WIB.

KEMATIAN YANG TIBA-TIBA


Belum tepat pukul 07.00 WIB pagi ini, penulis dikejutkan dengan khabar meninggalnya seorang kerabat dekat. Pasalnya, si mayit ini baru saja melangsungkan walimatul 'urs seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 24 Muharram 1434 Hiriyah atau bertepatan dengan 8 Desember 2012 Masehi. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.

Sebenarnya berita seperti ini bukanlah sesuatu yang mengagetkan kita! Mengapa? Karena kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja orangnya. Kematian akan datang dengan tiba-tiba. Merenggut dengan paksa tanpa melihat apakah kita seorang pejabat atau hanya rakyat biasa. Miskin atau kaya, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, sehat atau sakit. Semua bisa saja terjadi. Bahkan seorang yang tengah bercanda ria dengan keluarganya, tiba-tiba datang kematiannya.

Allah berfirman:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan mengalami kematian." (QS. Ali Imran: 185)

"Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya." (QS. an Nahl: 61).


Kematian adalah nasehat terbaik dan guru kehidupan. Sedikit saja kita lengah memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan. Dan sesungguhnya manusia telah menentukan bagaimana akhir hidupnya. Pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya, sebagaimana ia menjalani hidupnya seperti itu pula kemungkinan besar ia menghadapi kematiannya. Karena dengan menjalani hidup berarti kita sedang menuju kematian kita.

Semoga dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu bertuntunkan Al Qur'an dan As Sunnah dan tetap istiqomah dalam menjalankannya. Semoga kita diwafatkan dalam keadaan berkesudahan yang baik (husnul khatimah).


_______________________________________________
Jakarta, 1 Shafar 1434 H/15 Desember 2012 M. Pkl. 17.25 WIB.

Minggu, 09 Desember 2012

SELALU INGAT ALLAH


Seberapa ingat kita kepada Allah? Jawaban yang tepat, seorang muslim harus tetap ingat kepada sang Khalik, Allah subhanahu wa ta'ala, kapanpun, dimanapun dan dalam kedaan apapun. Oleh karenanya setiap saat seorang muslim selalu tetap dalam keadaan berdzikir kepada Allah.

Perbuatan seorang hamba sejak mau tidur sampai tidur kembali di malam hari, tak lepas dari mengingat Allah. Ingat kepada Allah bukan hanya sekedar ingat (eling bahasa Jawa). Tetapi dengan bacaan dzikir yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ketika hendak tidur, Rasulullah mengajarkan do'a bagi umatnya dengan bacaan bismika allaahumma amuutu wa ahyaa. Ketika bangun, membaca alhamdulillahil ladzii ahyaana ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur. Selanjutnya menuju kamar mandi (WC), disunahkan membaca bismillah allaahumma innii 'adzuubika minal khubutsi wal khabaaits, lalu keluar WC dengan bacaan gufraanak, tentunya setelah menyelesaikan hajat dan yang lainnya.

Tidak sampai di situ, si hamba ini ingin shalat Shubuh berjamaah, dia berangkat menuju masjid, diawali dengan doa keluar rumah: bismillaahi tawakkaltu 'alallaahi laa haula walaa quwwata illaa billaah. Sampai di masjid, sebelum masuk dia membaca allaahummaf tahlii abwaaba rahmatik. Selesai shalat dia membaca dzikir setelah shalat. Setelah itu dia pulang lalu membaca do'a keluar masjid: allaahumma innii as'aluka min fadhlik ditambah lagi dengan allaahumma'shimnii minasy syaithaanir rajiim.

Sesampai di rumah si hamba yang shalih ini membaca dzikir bismillah setelah mengucap salam kepada penguni yang lain. Setelahnya dia sarapan pagi dengan diawali membaca bismillah. Setelah makan dia membaca alhamdulillaahil ladzii ath'amanii haadzaa warazaqaniihi min ghairi haulin minnii walaa quwwah.

Saat berangkat menuju tempat kerja dia membaca doa keluar rumah. Ketika hendak menaiki kendaraan tak lupa dia membaca subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahuu mukriniin wainaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun.Selama perjalanan si hamba ini selalu memenuhinya dengan bacaan dzikir yang bersifat mutlak (tidak ditentukan bacaan dzikirnya). 

Tentunya dalam perjalanan ada saja peristiwa-peristiwa yang terjadi, apakah terjadinya tabrakan, bertemu dengan seorang yang cacat pada salah satu anggota tubuhnya, kendaraan yang kempes ban depan/belakangnya dan sebagainya. Saat melihat salah satu dari kejadian yang ada tak lupa dia berucap: alhamdulillahil ladzii mimmabtalaaka bihii wafadhalanii 'alaa katsiirin mimman khalaqa tafdhiilaa.

Terkadang untuk sampai ke tempat kerja harus melalui jalan berliku, ada yang menanjak dan ada juga yang menurun. Saat keadaan seperti ini, si hamba berucap dzikir dengan apa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika jalan menanjak si hamba ini mengucapkan takbir, Allahu Akbar. Ketika jalan tiba-tiba menurun, dia segera berucap subhanallah.

Sesampainya di kantor dia berucap salam (ini juga merupakan dzikir)kepada teman kantor lainnya. Sejurus kemudian si hamba ini mulai bekerja, dimulai dengan membuka komputer atau laptop segera lisannya berucap bismillah. 

Setengah harian bekerja, tiba-tiba terdengar suara adzan zhuhur memanggil, segera dia hentikan aktifitasnya menuju masjid terdekat, sambil menjawab panggilan muadzin dengan jawaban yang sama seperti yang muadzin ucapkan, kecuali pada kata hayya alash shalaah dan hayya alal falaah, maka dia menjawab dengan laa haula walaa quwwata illaa billaah.Ketika sang muadzin menyelesaikan adzannya, si hamba yang baik ini berucap allaahumma rabba haadzihid da'watit taamah wash shalaatil qaaimah aati muhammadanil washiilata wal fadhiilah wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtah.

Setelahnya dia menuju tempat wudhu dengan didahului bacaan basmalah. setelah selesai dia berdoa: Asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuu warasuuluh dan boleh ditambah dengan allahummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriin. Lalu dia shalat zhuhur dengan berjamaah dan setelah itu dia kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Setelah seharian beraktifitas, dia pulang menuju rumahnya. Di tengah perjalanan pulang, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Beberapa detik kemudian dia berucap allaahummaj 'alhu shayyiban naafi'an. Tiba di rumah, hujan berhenti, lalu dia berdo'a muthirnaa bifadhlillaahi wabi rizqillaahi  warahmatih. Tiba di depan pintu rumahnya, tak lupa dia memberi salam kepada penghuni rumah dan membaca dzikir masuk rumah. 

Setelah melakukan kegiatan yang lain seperti makan, minum, shalat, baca Qur'an dan yang lainnya, tiba saatnya dia tidur kembali lalu dia membaca do'a mau tidur bismika allahumma amuutu wa ahyaa dan dzikir-dzikir lain yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa salam ketika hendak tidur.
Tentunya  diawali dengan wudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.

Subhanallah, indahnya kehidupan seorang muslim yang kesehariannya selalu dalam ingatan kepada Sang Pencipta. Kalau ini dilakukan oleh seorang hamba yang shalih secara kontinyu, terus menerus dan berkesinambungan, baik tatkala susah, terlebih lagi dalam keadaan senang, maka Allah akan selalu ingat kepadanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Ingatlah kepada Allah tatkala kamu dalam keadaan senang, niscaya Allah akan ingat kepadamu tatkala kamu dalam keadaan susah." (HR. Muttafaq 'Alaih).

Jadikan hari-hari kita dengan selalu berdzikir kepada Allah, niscaya hati kita akan mendapatkan ketenangan batin. Tidak hanya itu, bahkan kita akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah Ta'ala. 


"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. ar Ra'd: 28).



__________________

Referensi:

1. Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani. Hisnul Muslim.
2. Muhammad Nashirudin al-Albani. Shahih al-Adzkar.

Yaumul Itsnain, 26 Muharram 1434 H / 10 Desember 2012 M. Pkl.06.40 WIB.

Sabtu, 08 Desember 2012

BINATANG BERBICARA?


Allah adalah Zat yang Maha Sempurna dalam mencipta. Tidak ada satupun makhluk yang dapat menyamai-Nya dalam hal penciptaan. Di antara kesempurnaan penciptaan Allah, dijadikan makhluknya dapat berbicara antara yang satu dengan yang lainnya, tentunya dengan bahasanya masing-masing. 

Namun, percayakah Anda jika saya katakan bahwa seekor semut, burung, sampai surga dan neraka bisa berbicara?

Tentunya jawaban Anda dan kita semua adalah harus percaya dan memang harus percaya, dengan catatan yang mengatakan itu adalah Allah dan Rasul-Nya melalui Al Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Inilah di antara makhluk-makhluk Allah selain manusia yang mampu berbicara yang termaktub di dalam dua sumber hukum Islam, Al Qur'an dan Al Hadits.

BINATANG

Al Quran yang mulia telah mengkhabarkan kepada kita beberapa binatang yang dapat melakukan pembicaraan. Namun kemampuan menangkap makna yang terkandung di dalam pembicaraan tersebut hanyalah hamba yang dipilih oleh Allah. Hamba pilihan yang dimaksud adalah Nabi Sulaiman 'alaihis salaam. Binatang yang dimaksudkan dalam Al Qur'an adalah sebagai berikut:

a. Semut

Kemampuan semut dalam berbicara, Allah sebutkan dalam Al Quran surat an Naml: 18.

#Ó¨Lym !#sŒÎ) (#öqs?r& 4’n?tã ÏŠ#ur È@ôJ¨Y9$# ôMs9$s% ×'s#ôJtR $yg•ƒr'¯»tƒ ã@ôJ¨Y9$# (#qè=äz÷Š$# öNà6uZÅ3»|¡tB Ÿw öNä3¨ZyJÏÜøts† ß`»yJøŠn=ß™ ¼çnߊqãZã_ur óOèdur Ÿw tbrããèô±o„ ÇÊÑÈ  

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."

b. Burung Hud-hud.  

Inilah perkataan burung Hud-hud ketika melaporkan tentang keadaan kerajaan ratu Balqis kepada Nabiyullah Sulaiman 'alaihis salaam.

"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati Dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk." (QS. an Naml: 23-24).

ANGGOTA TUBUH

Makhluk terdekat yang dapat berbicara kelak di Hari Kiamat dan selalu menemani kita saat ini, kemanapun kita pergi, bahkan ada di antaranya akan menjadi saksi kelak di Hari Pembalasan. Apa saja yang bisa berbicara nanti? 

Perhatian ayat yang satu ini!

tPöqu‹ø9$# ÞOÏFøƒwU #’n?tã öNÎgÏdºuqøùr& !$uZßJÏk=s3è?ur öNÍk‰É‰÷ƒr& ß‰pkôs?ur Nßgè=ã_ö‘r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç6Å¡õ3tƒ ÇÏÎÈ  

"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan." (QS. Yasin: 65)

Dalam ayat di atas sungguh sangat jelas Allah menyebut salah satu anggota tubuh manusia yang bisa  berbicara kelak, tidak lain kecuali TANGAN dan yang menjadi saksi adalah KAKI. Bagaimana bicaranya tangan dan persaksiannya kaki? Semua kita serahkan kepada Sang Pencipta, Allah subhanahu wa ta'ala. Kita hanya wajib untuk mengimani saja.


AMALAN SHALIH

Di antara amalan shalih yang kita lakukan di dunia yang di akhirat kelak bisa bicara (menjadi saksi atas perbuatan manusia).

1. Shaum

Shaum adalah ibadah agung yang Allah jadikan sebagai ibadah yang dikerjakan untuk hambanya yang beriman. Shaum itu sendiri ada yang wajib dan ada yang sunnah. Dan inilah perkataan shiyam pada Hari Kiamat kelak.

"Shiyam dan Al Qur'an adalah dua pemberi syafaat bagi hamba pada Hari Kiamat, shiyam berkata, "Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat, maka berikanlah syafaat padanya." (HR. Ahmad).

2. Al Qur'an

Al Qur'an adalah firman Allah yang dijadikan sebagai pegangan/pedoman hidup untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Dan membacanya dihitung pahala oleh Allah. Bahkan satu huruf itu diganjar dengan sepuluh kebaikan.

Kelak nanti di akhirat, Al Qur'an yang dibaca oleh seorang hamba akan berkata:

" Dan Al Qur'an berkata, "Saya telah mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka berikanlah syafaat kepadanya." (HR. Ahmad).

SURGA DAN NERAKA

2 Makhluk ciptaan Allah yang menjadi tempat akhir dan sekaligus sebagai balasan bagi orang yang beramal shalih dan yang tidak.

1. Surga

Abu Hurairah berkata, Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Surga berdebat dengan neraka, maka neraka berkata, "Aku diutamakan oleh Allah untuk orang-orang yang sombong dan kejam." Surga berkata, "Mengapa tidak masuk kepadaku kecuali oleh orang-orang yang rendahan, lunak, dan lemah. Maka Allah berfirman, "Hai surga anda rahmat-Ku, Aku merahmati dengan anda siapa yang Aku kehendaki dari hamba-Ku." Dan berfirman kepada neraka, " Anda siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki dari hamba-Ku dan masing-masing akan Aku penuhi." (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Neraka

Anas bin Malik radiyallahu 'anhu berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jahannam akan selalu minta tambahan, sehingga Allah meletakkan kaki-Nya ke dalam neraka, maka ia berkata, "Cukup, cukup, cukup demi kemuliaan-Mu." Lalu dicampur aduk yang satu dengan yang lain. (HR. Bukhari)

Abu Hurairah berkata, Nabi shalllallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Surga berdebat dengan neraka, maka neraka berkata, "Aku diutamakan oleh Allah untuk orang-orang yang sombong dan kejam." Surga berkata, "Mengapa tidak masuk kepadaku kecuali oleh orang-orang yang rendahan, lunak, dan lemah. Maka Allah berfirman, "Hai surga anda rahmat-Ku, Aku merahmati dengan anda siapa yang Aku kehendaki dari hamba-Ku." Dan berfirman kepada neraka, " Anda siksa-Ku, Aku menyiksa denganmu siapa yang Aku kehendaki dari hamba-Ku dan masingh-masing akan Aku penuhi."  (HR. Bukhari dan Muslim).


______________________

Referensi:

1. Ahmad bin Muhammad Thalun. Nabi Sulaiman Raja Bijak & Balqis Ratu Saba.
2. Muhammad Fuad 'Abdul Baqi. Al-Lu'lu wal Marjan.
2. Muhammad bin Shalih al Ustaimin. Majalis Syahra Ramadhan.

Jakarta, 25 Muharram 1434 H/9 Desember 2012 M. Pkl. 13.00 WIB.

DUNIA MENUNGGU 3 ORANG INI


Ada 3 makhluk Allah yang sedang ditunggu-tunggu dunia. Kedatangan mereka merupakan kebenaran yang tidak boleh disangsikan atau diragukan. Karena begitu banyaknya dalil-dalil yang membicarakan tentang mereka. Namun entah kapan persisnya kedatangan mereka bertiga hanyalah Allah Ta'ala yang Maha Mengetahuinya. Kewajiban kita hanya mengimani apa yang telah disebutkan Allah dan rasul-Nya.

Mereka bertiga berbeda karakter dan sifatnya. 2 makhluk sangat terpuji lagi mulia akhlaknya. Sementara yang satu  adalah makhluk terlaknat bahkan kita diperintahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk berlindung dari kejahatannya. Siapa saja mereka? Ikuti penjelasan singkatnya.

Dua (2) makhluk mulia yang ditunggu kedatangannya oleh dunia adalah sebagai berikut:

1. Al Mahdi

Nama beliau adalah Muhammad bin Abdullah. Nama ayahnya sama seperti nama ayah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan memang Al Mahdi adalah keturunan keluarga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Al Mahdi adalah keturunanku;jidatnya lebar dan hidungnya mancung. Ia memenuhi bumi dengan keadilan yang sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman dan kediktatoran. ia akan memimpin selama tujuh tahun." (HR. Abu Daud no. 4285).

Hadits-hadits tentang kemunculan Al Mahdi ini begitu banyak sehingga derajatnya sampai mutawatir. Al Mahdi akan muncul di akhir zaman yang akan menguatkan diinul Islam, menampakkan keadilan yang akan diikuti oleh kaum muslimin dan akan menguasai kerajaan-kerajaan Islam yang ada di belahan Timur, Barat, Utara, dan Selatan. Oleh karena itulah ia disebut dengan Al Mahdi.

2. Nabi Isa 'alaihis salaam.

Beliau anak keturunan dari Maryam binti Imran bin Basyam bin Amun bin Maisya bin Huzqaya bin Ahriq bin Mutsam bin Azria bin Amshia bin Yawis bin Ahriha bin Yazim bin Yahfa Syatha bin Isya bin Iyan Rahba'an bin Daud 'alaihis salaam. Sementara ibunya Maryam adalah Henah binti Faqud bin Qubail, seorang ahli ibadah.

Di akhir zaman nanti Nabi Isa 'alaihis salaam ini akan mengikuti syari'atnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak membuat syari'at yang baru. Sebagaimana difahami Nabi Isa adalah Rasul yang diutus Allah kepada suatu kaum yang bernama Bani Israil.

Khabar tentang turunnya Nabi Isa di akhir zaman dijelaskan Al Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diantaranya sebagai berikut:

"Tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka." (QS. an Nisa: 159).

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Tidak beberapa lama, siapa yang hidup di antara kamu akan mengalami masa turunnya Isa putra Maryam, sebagai pemimpin, pengasuh, serta hakim yang adil. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, meletakkan hukum pajak, dan peperangan akan meletakkan bebannya." (HR. Ahmad 2/420).



Sedangkan makhluk terlaknat yang akan muncul pada akhir zaman adalah DAJJAL.

Secara lughah (bahasa) Dajjal berasal dari kata dajala: dajlan dujlan artinya berbohong, menipu, dan mengaku-ngaku, maka dia merupakan penipu dan pembohong. Jadi Dajjal artinya pembohong, penipu, dan pengaku.

Inilah diantara sifat Dajjal:

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya aku mengingatkan kalian untuk berhati-hati terhadap dia (Dajjal). Semua Nabi sebelumku mengingatkan kaumnya tentang kedatangan Dajjal, tetapi aku akan memberitahukan kalian tentang perkara yang belum pernah disampaikan Nabi-nabi sebelumku, bahwa Dajjal itu matanya picek dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala tidaklah picek." (HR. Bukhari no. 7127, Muslim no. 169, dan at-Tirmidzi no. 2235).

"Matanya yang sebelah kanan picek, seperti satu biji anggur yang bening." (HR. Bukhari no. 7123).

Daerah tempat keluarnya Dajjal nanti adalah Khurasan. Berdasarkan sabda nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Sesungguhnya Dajjal akan keluar dari suatu daerah di sebelah Timur yang dinamakan Khurasan. Dia akan diikuti oleh banyak kaum yang wajahnya menyerupai tameng dari alat pukul." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi no. 2237).

Seluruh kota bisa dijelajahi/dimasuki Dajjal kecuali dua kota suci yaitu Mekah dan Madinah. Hal itu berdasarkan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

"Tidak ada satu kotapun yang tidak didatangi oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah, karena tidak ada satu jalan (yang menuju kota Madinah) dari jalan-jalan yang ada kecuali terdapat malaikat yang melintang untuk menjaga jalan-jalan tersebut. Madinah berguncang 3 kali, kemudian Allah mengeluarkan semua orang kafir dan munafik." (HR. Bukhari 4/113).

Dajjal diberikan beberapa keistimewaan oleh Allah Ta'ala sebagai fitnah bagi umat akhir zaman. Oleh karenanya Nabi Muhammad memerintahkan kepada umatnya agar selalu berdoa meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatan Dajjal, yang dibaca pada saat shalat, tepatnya ketika duduk tahiyat akhir.

"Jika di antara kamu telah selesai melakukan tahiyat akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah  dari empat perkara; siksa neraka Jahanam, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari kejahatan al-Masih ad-Dajjal." (HR. Muslim, Abu daud no. 983, dan an Nasa'i 3/58).

Amalan yang dapat menjaga diri dari fitnah Dajjal: 

  • Membaca 3 ayat surat al Kahfi (HR. at-Tirmidzi no. 2886).
  • Membaca 10 ayat awal surat al Kahfi (HR. Muslim no. 250).
  • Membaca 10 ayat terakhir surat al Kahfi (Tafsir Ibnu Katsir 2/63).
  • Membaca 10 ayat pertama surat al Kahfi ketika hendak beranjak tidur (ad Dar al Mantsur fi At Tafsir bi Al ma'tsur karya as-Suyuthi 4/230)

___________________________

Referensi:

Husain Abdul Hamid Nil. Judul asli: Tsalatsah Yantazhiruhum Al 'Alam. 3 Manusia yang Ditunggu Dunia.Cendekia. Jakarta. Pebruari. 2005


Jakarta. 24 Muharram 1434H/8 Desember 2012 M.

Rabu, 05 Desember 2012

KEMASLAHATAN MENGIKUTI SUNNAH


Mengikuti sunnah di samping kewajiban sebagai muslim, juga memiliki kemaslahatan yang banyak, baik bagi diri maupun orang lain.

Salah satu contoh dalam mengikuti sunnah adalah dengan mencontoh waktu tidurnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Memangnya kapan waktu tidurnya Rasul? 
Allah tabaraka wa ta'ala telah berfirman:  

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. al Ahzab: 21).

Sungguh jelas dalam ayat di atas, sesungguhnya pada diri Rasul itu ada padanya suri tauladan, termasuk dalam masalah tidur. Dimana letak kemaslahatan tidurnya Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam bagi umat ini.

Anda pernah merasakan gelapnya malam akibat ada pemadaman listrik secara bergilir yang dilaksanakan PLN? Mengapa hal itu bisa terjadi? Di antara alasannnya, PLN tidak memiliki pasokan cukup energi listrik sehingga harus mematikan listrik di sebagian daerah dan menghidupkan di daerah yang lain.

Sebenarnya, jika pola waktu tidur Rasul diterapkan di masa-masa sekarang, niscaya kita akan terhindar dari apa yang disebut pemadaman listrik secara bergilir. 

Memangnya pola waktu tidur Rasulullah seperti apa sih?

Rasulullah tidur setelah menunaikan ibadah shalat Isya dan ba'diyahnya. Beliau tidak tidur sampai larut malam kecuali ada keperluan. Pengecualian ini antara lain mudzakarah ilmu, melayani tamu dan sebagainya. Dan kebiasaan Rasul tidak tidur sebelum melaksanakan shalat Witir, baik di awal atau di akhir malam. Tetapi Rasul lebih banyak mengerjakan Witirnya pada akhir malam setelah shalat Lail (Tahajud). 

Rasulullah memberi nasihat kepada sahabat Abu Hurairah radiyallahu 'anhu untuk tidak tidur sebelum mengerjakan shalat Witir dahulu.

"Kekasihku pernah memberiku 3 nasihat: puasa 3 hari pada setiap bulan, shalat 2 rakaat di waktu Dhuha, dan Witir sebelum tidur."  (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kesempatan lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada Abu Bakar dan Umar tentang shalat Witir mereka berdua. Disebutkan dalam riwayat tersebut, Abu Bakar Witir di awal malam sedangkan Umar di akhir malam, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Bakar, " Abu Bakar telah mengambil jalan kehati-hatian. Kepada Umar Rasulullah bersabda, "Umar telah mengambil jalan kekuatan." (HR. Abu Daud).

Inilah letak kemaslahatannya. Karena dalam sebuah riwayat Rasulullah memerintahkan umatnya untuk mematikan lampu pada saat tidur. 

Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Matikan lampu-lampu di waktu malam jika kalian hendak tidur, tutuplah pintu-pintu, bejana, serta makanan dan minuman kalian." (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah termasuk penghematan. Kalau dahulu di zaman beliau belum ada yang namanya lampu listrik, tetapi yang ada saat itu adalah minyak. Mematikan lampu minyak pada saat tidur itu akan menghemat penggunaan minyak yang dipakai.

Demikian pula, jika umat Islam menerapkan cara ini dengan cara mematikan lampu listrik saat tidur, maka ini akan menghemat ribuan watt listrik. Subhanallah. Dan ini suatu penghematan yang besar lagi menguntungkan pihak PLN. 

Dan yang lebih menguntungkan lagi dari meniru pola tidur Nabi, seseorang bisa  bangun di sepertiga akhir malam, tidak lain adalah untuk melaksanakan qiyamul lail (shalat malam). Sungguh ini akan memperoleh Keuntungan ganda. Keuntungan dunia dan akhirat.

Mulailah dengan sunnah ini, insya Allah kemashalatan akan selalu bersama kita.


______________________________________
22 Muharram 1434 H/6 Desember 2012 M. Pkl. 6.45 WIB