Rabu, 15 Juni 2016

TERUS SEMANGAT !

Alhamdulillah dengan rahmat Allah jalla wa'alaa kita telah memasuki hari yang ke-10 (sepuluh) Ramadhan 1437H. Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita selama bulan yang mulia ini. Tetap bersemangat ibadah, lakukan apa yang bisa kita lakukan dari amalan-amalan Nabi yang mulia, seperti shalat-shalat sunnah, baca qur'an, infaq, shadaqah dan yang lainnya. Fattaqullah mastatho'tum (bertakwalah kepada semampu kamu), tetapi janganlupa ibadah yang wajib jangan dilupakan. Tetap bersemangat dan terus bersemangat sampai ajal menjemput!

Senin, 13 Juli 2015

MAKNA PULANG KAMPUNG

Pada Minggu-Minggu terakhir menjelang Idul Fitri ini sebagian besar saudara-saudara kita yang merantau di sebagian kota-kota besar di seluruh Indonesia, tengah bersiap-siap untuk pulang ke kampung halaman tercinta atau mungkin sudah sampai di sana.

Hampir semua alat-alat transportasi digunakan dan dimanfaatkan, mulai dari bis sampai dengan pesawat terbang. Mulai dari yang gratis atau yang berbayar dengan cara memesan tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Mereka lakukan semua ini dengan alasan ingin berlebaran dan bersilaturahim dengan sanak famili di kampung.

Berbagai macam persiapan dilakukan untuk kegiatan tahunan ini, mulai dari membeli tiket, pakaian baru, perhiasan baru dan aksesorisnya, bahkan tak lupa membawa "mentahnya" yaitu berupa uang, baik yang di tangan maupun yang masih ada di kartu-kartu ATM atau kartu kredit. Peristiwa ini terjadi dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu budaya unik anak bangsa.

Tidak tahukah kita bahwa peristiwa ini mengingatkan kita pada pulang kampung yang sebenarnya? 

Bukankah yang dilakukan saudara-saudara kita itu disebut pulang kampung? Ya, tetapi tidak yang sebenarnya! Bukankah yang pulang kampung sekarang itu akan kembali lagi ke tanah rantaunya setelah lebaran?

Lalu apa yang dimaksud dengan kampung yang sebenarnya?

Yang dimaksud dengan kampung yang sebenarnya adalah "KAMPUNG AKHIRAT". Kampung kekekalan, kampung keabadian, negeri yang apabila seorang hamba berada di sana maka tak akan kembali lagi ke dunia.

Dari peristiwa ini dapat kita simpulkan bahwa:

1. Kita semua adalah para perantau dan dunia ini adalah negeri perantauan.

2. Berapa lamapun kita berada di tanah rantau, pasti akan kembali kepada Allah.

3. Persiapan yang dilakukan ketika pulang kampung yang sebenarnya adalah dengan melakukan berbagai amal shaleh yang akan bermanfaat di akhirat kelak.

Karenanya kita manfaatkan dunia sebagai sarana ibadah kepada Allah. Jadikan dunia di tangan kita, bukan sebaliknya dunia yang menguasai kita. Jangan tertipu dengan dunia! Karena sesungguhnya nilai dunia tidak lebih dari bangkai seekor anak kambing yang cacat yang berada di hadapan manusia.


===============================
@27 Ramadhan 1436 H / 13 Juli 2015 M






Jumat, 10 Juli 2015

TUJUAN PUASA

Salah satu tujuan puasa yang kita lakukan saat ini, yang lalu, dan yang akan datang adalah meraih ketakwaan. hal tersebut seperti termaktub dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 183:

" Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, semoga kamu bertakwa".

TAKWA secara bahasa berarti menjaga, waspada, dan memelihara sedangkan menurut istilah (syari'at) TAKWA berarti mengerjakan semua yang diperintahkan Allah dan menjauhkan semua yang dilarang-Nya.

Takwa adalah kedudukan tertinggi yang dimiliki seorang hamba. Kedudukan/kemulian seseorang tidak dilihat dari bagusnya postur tubuh seseorang atau indah suaranya tetapi yang dipandang Allah hanyalah ketakwaannya saja.

Hamba yang bertakwa adalah hamba yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat kelak.Takwa akan menghasilkan buah yang manis bagi seorang hamba, di antaranya:

1. Mahabbatullah (kecintaan Allah), lihat surat At-Taubah: 4.
2. Kebersamaan Allah, lihat An-Nahl: 28
3. Terpelihara dari syetan dan gangguannya, lihat surat Al-'Araf: 201
4. Mendapatkan jalan keluar pada setiap permasalahan yang dihadapi serta diberikan rizki dari arah yang tidak terduga (At-Thalaq: 2-3)
5. Tidak takut dan sedih, lihat surat A-'Araf: 35
6. Masuk surga, lihat surat 'Ali Imran: 133
7. Selamat dari neraka, lihat surat Maryam: 72
8. Mempunyai kedudukan yang tinggi (mulia ) di Akhirat, lihat surat Al-Baqarah: 212.

Di samping itu buah ketakwaan juga bermanfaat bagi masyarakat, di anataranya:

1. Terwujudnya keamanan, lihat surat Al-An'am: 82
2. Menikmati hidup, mendapatkan kesenangan, kesehatan , dan afiat.
3. Ditakuti musuh.
4. Memperoleh kebahagiaan.
5. Dipimpin oleh orang-orang baik.

Semoga Allah menjadikan kita semua hamba-hamba Allah yang  bertakwa.



========================
Tafsir Surat Al-Hujurat oleh Dr. Nashir Bin Sulaiman Al-Umar, Pustaka Al-Kautsar Cetakan Pertama, Juli 2001.

@24 Ramadhan 1436 H /  11 Juli 2015 M


Senin, 22 Desember 2014

KEJAMNYA RIBA

Di suatu pagi hari tepatnya hari Jum'at datang seorang ibu paruh baya yang wajahnya sendiri penulis kenal. Kenal karena beliau adalah salah seorang wali murid RA/TK angkatan beberapa tahun sebelumnya.

Penulis menjadi heran karena tidak biasanya beliau datang sekolah sejak beberapa tahun lalu. Di samping itu mukanya dalam keadaan tegang dan kebingungan, dan sepertinya ketakutan juga.

Setelah memberi salam, dia masuk kantor, lalu saya tanya: "Ada Bu?" Gimana khabar Wisnu (anaknya)? Di mana sekarang? Masih di tempat/sekolah yang lama?" Katanya.

Selanjutnya dengan sedikit kebingungan dia ungkapkan keinginannya. Intinya dia ingin meminta air ruqyah, agar hatinya bisa lebih tenang dan juga meminjam uang.

Lalu saya tanya: "Bukankah sekarang yang bersekolah hanya Wisnu dan yang bekerja ibu dan bapak kan?" Kok bisa kurang.

"Saya terlilit hutang rentenir", ungkapnya.

"Memangnya ibu hutang berapa?" Kata saya

"Hutang sih cuma 500, tapi bunganya itu!!" Katanya.

Selanjutnya dia jelaskan, bahwa uang yang Rp. 500.000,-  tadi diberikan ke dia cuma Rp. 450.000, sementara dia harus melunasi uang sebanyak Rp. 700.000,- (bayangkan hutangnya cuma 500!) dan hariannya dia harus membayar Rp. 20.000,- kepada rentener tersebut.

"Kenapa ibu bisa ikut seperti itu!" Kata saya

Lalu penulis jelaskan hukum meminjam uang dengan bunganya seperti itu. Itu semua adalah RIBA. Sesuatu perbuatan yang diharamkan Allah Jalla wa 'Alaa.

Dari kisah nyata di atas dapatlah kita ambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Cara pinjam meminjam seperti di atas adalah RIBA. Karena terdapat bunga di dalamnya, sementara bunga itu diharamkan.

2. Hal yang sama juga terjadi pada akad/membuka rekening di bank-bank konvensional, karena terdapatnya bunga yang didapatkan nasabah setiap bulannya. Sepakat para ulama bunga bank itu hukumnya HARAM.

3. Al Qur'an dengan sangat jelas mengharamkan RIBA (lihat surat al Baqarah: 275 dan 278).

4. Sementara itu Rasulullah sendiri mengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba, dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semuanya sama (berdosa). (HR. Muslim).

5. Harta riba walaupun jumlahnya banyak pada akhirnya akan menjadi sedikit (HR. Ahmad, At- Thabrani, dan Al-Hakim)

Semoga kita dijauhkan dengan sejauh-jauhnya dari seluruh transaksi riba. Aamiin yaa mujiibas saailiin.

________________
1rabi'ul awwal1436h/23desember2014m/pkl.08.50wib.

TUJUH GOLONGAN DALAM NAUNGAN ALLAH

Padang Mahsyar adalah padang tempat berkumpulnya seluruh makhluk Allah sejak manusia pertama (Adam 'alaihis salaam) hingga manusia terakhir yang hidup di akhir zaman. Untuk apa mereka dikumpulkan?

Tidak lain untuk dihisab seluruh amal perbuatannya selama mereka hidup di alam dunia yang fana ini. Pada saat itu adalah masa-masa yang sangat menegangkan dan menakutkan, mengapa demikian? Bayangkan saat itu matahari yang saat ini jarak jutaan kilometer, nanti di sana hanya berjarak satu mil.

Para ulama berpendapat, 1 mil yang dimaksud itu adalah ukuran jarak yang biasa kita kenal. Sementara yang lain berpendapat 1 mil adalah ukuran alat celak mata. Subhanallah betapa dekatnya jarak matahari. Tidak bisa dibayangkan betapa panasnya saat itu.

Namun ada orang-orang pilihan yang akan mendapatkan naungan saat tidak naungan kecuali naungan Allah Azza wa Jalla. Siapakah mereka? Mari kita lihat bersama-sama:

1. Imam (pemimpin) yang adil.

2. Pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.

3. Lelaki yang hatinya terpaut dengan masjid.

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah semata.

5. Lelaki yang diajak berbuat mesum oleh wanita berkedudukan lagi cantik, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah".

6. Seorang lelaki yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kanannya.

7. Seorang lelaki yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sendirian, lalu menetes air matanya.

Keterangan ini termaktub dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (660) dan Muslim (1031).
 
Semoga kita menjadi salah satu bagian dari 7 kelompok tersebut di atas dan semoga Allah memudahkan urusan kita di hari kiamat nanti. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

________________________
1rabi'ul awwal1436h/23desember2014m/pkl.08.00wib.


Senin, 24 November 2014

BERSENANDUNG DI AREAL PEKUBURAN

Ada satu hal yang mengagetkan sekaligus mencengangkan hati penulis. Apa pasalnya?

Ceritanya seperti ini:

Di Sabtu siang lalu, tepatnya tanggal 22 Nopember 2014, penulis mengantar jenazah salah seorang ibu yang meninggal dunia di pagi shubuh itu. Sesampainya di areal pekuburan yang berada di bilangan Jakarta Barat itu para pengantar mengantarkan jenazah untuk dikuburkan. Penulis sendiri datang lebih kurang 5-10 menit kemudian.

Di areal pemakaman yang tidak begitu luas dan sudah tampak padat terisi saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia, tiba-tiba datang dari arah sebelah kanan penulis yang kebetulan berdiri di samping kendaraan yang diparkirkan di sisi sebuah makam, seorang ibu muda sambil memegang tangan anak laki-lakinya berjalan sambil bersenandung dengan cerianya. Entah lagu apa yang dinyanyikan,  hanya nadanya saja yang terdengar. Sejenak penulis tersentak kaget. Subhanallah di tengah-tengah pemakaman masih berani bersenandung? Tapi penulis berbaik sangka kepadanya kemungkinan besar dia tidak faham.

Apa yang dapat kita ambil dari cerita singkat ini?

Ketahuilah wahai saudaraku, ada beberapa pelajaran penting yang dapat kita ambil dari cerita ini:

1. Mengantar jenazah saudara kita yang muslim adalah salah satu hak muslim terhadap muslim yang lain. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits nabi.

2. Allah akan memberikan pahala besar berupa qiiraathoon= 2 gunung besar (seperti Uhud) jika seseorang menyaksikan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkapani, menyolatkan sampai menguburkan.

3. Rasulullah mengingatkan kepada umatnya untuk banyak mengingat kematian. Salah satu cara untuk mengingatkannya adalah dengan ziarah kubur atau mengikuti penyelenggaraan jenazah.
Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam:

" Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan/kenikmatan " (Al Hadits)

Pemutus kelezatan/kenikmatan yang dimaksud adalah KEMATIAN.

4. Pemakaman adalah tempat untuk mengingat kematian dan kampung akhirat, hendaklah ketika memasukinya diikuti adab-adabnya sebagaimana diajarkan Nabi, seperti masuk dengan memberi salam, membuka sandal/alas kaki dan adab lainnya. Pemakaman bukan untuk bergembira, baik itu dengan tertawa, bercanda, bernyanyi, duduk-duduk atau berjalan di atasnya dan perbuatan terlarang lainnya.

5. Ingatlah! alam kubur atau alam barzakh adalah tempat persinggahan pertama menuju alam akhirat. Siapa saja yang selamat (mendapatkan nikmat kubur) di persinggahan pertama maka insya Allah ia akan selamat pada kehidupan berikutnya. Sebaliknya bagi siapa saja yang tidak selamat (disiksa di alam kuburnya ) maka bisa dipastikan ia akan mendapatkan kesulitan yang besar pada tahapan berikutnya. 


Semoga bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua. Aamiin.

__________________
@yaumul itsnain, 1 shafar 1436 H / 24 nopember 2014 M / pkl. 17.30 wib

Jumat, 21 November 2014

KEUTAMAAN DZIKIR HASBUNALLAH WANI'MAL WAKIIL

Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam telah mengajarkan kepada umatnya dzikir, baik yang bersifat muqayyad (terikat dengan waktu) atau mutlaq (tidak terikat waktu).

Dzikir yang bersifat muqayyad diantaranya dzikir setelah shalat, keluar dan masuk masjid, masuk dan keluar kamar mandi/WC, keluar rumah, ketika hendak tidur dan sebagainya.

Sementara yang bersifat mutlaq seperti dzikir subhaanallah al hamdulillah laa ilaaha illallah allaahu akbar, laa haula walaa quwwata illaa bilaah dan sebagainya. 

Salah satu yang diajarkan Rasul adalah dzikir hasbunallaah wani'mal wakiil (cukuplah Allah sebaik-baiknya wakil/penolong).

Dzikir inilah yang pernah dibaca bapaknya para nabi, yakni Nabi Ibrahim 'alaihis salaam. Dengan penuh keikhlasan dalam membacanya Nabi Ibrahim selamat dari dahsyatnya api yang membakarnya saat disiksa dengan cara dibakar hidup-hidup oleh raja Namrudz. Alhamdulillah beliau keluar dari kobaran api dengan selamat dan beliau merasakan hawa dingin dari api yang tampak sangat panas di hadapan manusia yang menyaksikannya saat itu.

Dzikir ini pulalah yang dibaca Nabi akhir zaman, Nabi kita Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam. Kapan itu terjadi?

Ketika pasukan Rasulullah mengalami kekalahan dalam perang Uhud, ada khabar bahwa pasukan beliau akan diserang kembali oleh pasukan kafir Quraisy. Timbul kegalawan, kekhawatiran di hati kaum muslimin, saat mereka masih lelah, banyak yang terluka, dan bersedih dengan banyaknya kaum muslimin yang meninggal pada perang tersebut.

Namun Rasulullah pada saat itu menenangkan kaum muslimin dengan membaca dzikir : "Hasbunallaah wa ni'mal wakiil". Beberapa hari kemudian rencana kaum Quraisy itu dibatalkan oleh mereka dengan izin Allah.

Hal serupa penulis alami sendiri kedahsyatan dzikir ini. 

Beberapa tahun yang lalu (penulis lupa tanggal dan tahunnya), ada seseorang yang masih ada hubungan kekerabatan dengan penulis, kemasukan setan (kesurupan kata orang). Entah apa yang ada di benaknya, dia menghampiri penulis dengan penuh kemarahan. Alhamdulillah dengan petunjuk Allah penulis membaca dzikir ini sambil memegang belakang kepalanya, subhaanallaah tak disangka sebelumnya, dia luluh, lemas tanpa tenaga. Lalu penulis antarkan ke rumahnya.

beberapa hari kemudian, dia bertanya dengan bahasa logat Betawi, "Apa sih yang lu baca? " Kenapa?
Badan gua jadi lemes, gak bertenaga." Lalu penulis jelaskan, bahwa yang dibaca adalah dzikir hasbunallaah wani'mal wakiil.

Subhaanallaah, begitu dahsyatnya dzikir ini, semoga kita bisa mengamalkannya khususnya di saat-saat genting, saat-saat berbahaya, dan saat menghadapi musuh yang terlihat atau tidak.

____________________
@sabtu, 22 Nopember 2014, Pkl: 07.05 WIB.

5 TAHAPAN KEHIDUPAN MANUSIA

Hidup di alam dunia ini adalah salah satu tahapan dari 5 tahapan yang dialami manusia. Ke-5 tahapan itu termaktub dalam Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Bab al Iimaan bil Yaumil Aakhir buah karya  Syaikh Sholeh al 'Utsaimin.

Kelima tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tahapan Ketidak-adaan (surat Al Insan: 1 dan Al Haj: 5).

2. Alam Rahim (Surat Az Zumar: 6).

3. Alam Dunia (Surat An Nahl: 78).

4. Alam Barzakh (surat Al Mu'minun: 100)
.
5. Alam Akhirat (surat Al Mu'minun: 16).

Nah itulah kelima tahapan yang telah, sedang, dan akan dialami manusia. Pada saat sekarang ini kita sedang berada di alam dunia (tahapan ke-3), alam yang fa (rusak). Di alam inilah tempat manusia untuk beramal sholeh (saatnya untuk menanam, di akhirat memanen).

Ada dua tahapan lagi yang akan dilalui manusia, alam Barzakh dan Akhirat. Siapa saja kata nabi yang selamat pada alam Barzakh, insya Allah akan selamat di akhirat nanti.

Semoga kita dapat melalui alam dunia ini dengan selamat yakni dengan menghiasinya dengan amal sholeh sehingga kita bisa selamat di dua alam setelahnya (Barzakh dan Akhirat). Dan Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Aamiin....aamiin ya...rabbal 'aalamiin.

______________________________
Yaumus sabt, 22 Nopember 2014M, Pkl: 06.18 WIB.

Rabu, 12 November 2014

SURAT TERBUKA BAGI PEMILIK KONTRAKAN

Allah memberikan rizki kepada seluruh hambanya tanpa pandang bulu, muslimkah atau kafir. Baik kepada manusia, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan atau kepada yang lainnya. Semua diberikan sesuai takarannya.

" Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberikan rizkinya".
(Huud: 6)

Bagi manusia, ada yang diberikan rizki yang melimpah berupa harta oleh Allah dibandingkan dengan yang lainnya sehingga sebagian manusia tersebut mampu memenuhi kebutuhannya dengan mudah. Rizki yang ada dipakai untuk berinves, membeli saham, reksadana, menabung di bank bahkan mendefositokan uangnya di bank konvesional dengan iming-iming akan mendapatkan bunga dan keuntungan yang besar (hati-hati, bisa jatuh kepada riba!).

Ada sebagian yang membuat apartemen mewah, vila atau dalam sekup kecil dengan membuat rumah-rumah yang disewakan (kontrakan) atau rumah kos di tengah-tengah lingkungan masyarakat.

Namun perlu diwaspadai bagi para pemilik kontrakan banyak ingin mendapatkan keuntungan, tapi banyak pula yang telah melanggar norma-norma/aturan-aturan agama. Ada sebagian pemilik kontrakan yang menerima siapa saja yang mengontrak. Tidak diperhatikan apa agamanya, bagaimana ibadahnya, bagaimana statusnya (suami-isteri atau bukan? Atau selingkuhan?), akhlaknya, hobinya/kebiasaannya apa dsb.

Lalu timbul pertanyaan, bagaimana bisa mendapatkan penghuni kalau ada aturan-aturan seperti itu? 

Ini memang bukankanlah aturan yang baku dan mengikat. Namun ini harus menjadi perhatian. Ingatlah wahai saudara, wahai para pemilik kontrakan, inginkah Anda sengsara di akhirat dengan sebab kontrakan saudara? Kok bisa kontrakan menyengsarakan pemiliknya atau diancam masuk neraka?

Hal itu bisa saja terjadi, dengan apa?

Ingatlah ketika Saudara menerima dua pasang kekasih yang mengaku sebagai suami isteri kepada Anda tanpa Anda mengecek dahulu mana surat nikahnya. Anda menerima begitu saja yang penting kontrakan terpenuhi, begitu kan! Ternyata keduanya bukan suami isteri.

Di kontrakan Anda, mereka melakukan hubungan sebagaimana suami isteri. Mereka kumpul kebo. Mereka berzina di kontrakan Anda. Anda biarkan!!!

Setiap hari Anda akan berdosa dan berdosa, karena Anda memfasilitasi perbuatan dosa dan kemaksiatan kepada Allah, sementara Allah berfirman:

" dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran" (al Maidah: 2)

Terkadang banyak pula penghuni kontrakan yang menggunakan musik dalam menghibur diri atau keluarganya dalam kehidupannya sementara sang pemilik kontrakan diam seribu bahasa. Padahal sepakat para ulama musik itu hukumnya haram.

Hal tersebut didasari penafsiran sahabat Ibnu Mas'ud radiyallaahu 'anhu tentang surat Luqman: 6 pada ayat lahwal hadiits (perkataan yang tidak berguna) yang dimaksud adalah al ghinaa = lagu/musik dan juga dikuatkan beberapa hadits yang shahih.

Disamping itu ada sebagian penghuni kontrakan adalah pecandu minuman keras. Dengan bebasnya dia menenggak minuman haram itu di kontrakan Anda, baik siang ataupun malam, sementara Anda tertidur pulas di kediaman Anda tanpa merasa berdosa.

Ini sebagian kecil para penghuni kontrakan yang melakukan kemaksiatan kepada Allah, sementara para pemilik kontrakan diam seribu bahasa tanpa menegur para penghuninya.

Semoga surat terbuka ini bermanfaat bagi para pemilik kontrakan agar lebih selektif dalam mencari para penghuni kontrakan yang akan mendiami kontrakannya. Salah memilih akan fatal akibatnya.

_________________________
Yaumul khamis, 20 Muharram 1436 H/13 Nopember 2014 M/ Pkl. 06.16 WIB









Jumat, 07 November 2014

TIPS BANGUN MALAM

Ada selama ini orang yang ingin sekali bangun malam. Bangun untuk shalat tahajud, tetapi lagi-lagi dia selalu terluputkan sampai pagi, bahkan shalat Shubuh-pun agak sedikit terlambat, terkadang kesiangan. Tetapi jangan khawatir masih banyak jalan yang dapat kita tempuh. Allah akan selalu memberikan jalan bagi hamba yang ingin beribadah kepada-Nya. Nah saatnya kita mencoba tips berikut ini. Semoga berhasil dan insya Allah berhasil!

Tips atau kiat-kiat ini terbagi menjadi 2 faktor:

PERTAMA:  FAKTOR LAHIR

Faktor lahir meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  • Jauhi perbuatan dosa dan maksiat di saat siang hari.
  • Berusaha untuk tidur siang.
  • Keraskanlah tempat tidur.
  • Punya teman yang mengingatkan (apakah dia isteri, teman akrab, alarm dsb).
  • Tidak memperbanyak makan (makan jangan terlalu kenyang).
  • Tidak membebankan fisik dengan pekerjaan yang berat pada waktu siang hari.
  • Mengamalkan sunnah saat tidur, misalnya membaca dzikir-dzikir yang diajarkan Rasul ketika hendak tidur dan tidur diatas lambung sebelah kanan.
KEDUA: FAKTOR BATIN
  • Membersihkan hati dari kebencian terhadap kaum muslimin, perbuatan yang tidak ajarkan Rasul, dan dari keinginan duniawi yang berlebihan. 
  • Rasa takut yang mendominasi hati disertai angan-angan hidup yang pendek.
  • Mengetahui keutamaan shalat tahajud.
  • Mencintai Allah dan keyakinan yang kuat bahwa dalam shalat tahajud tersebut dia sedang bermunajat (memohon ) kepada Allah.
__________________________________
Sumber:
1. Sholat Tahajud Oleh Abu Abdillah Muhammad bin Su'ud bin Muhammad Al 'Arifi.
2. Investasi Akhirat Oleh Dr. Khalid Abu Syadi.

@Lailatus Sabt, 15 Muharram 1436 H/7 Nopember 2014 M/Pkl.21.26 WIB

Selasa, 04 November 2014

NASIHAT JIBRIL 'alaihis salaam

Suatu saat Jibril datang kepada Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam memberikan nasihat kepada nabi yang mulia. Inilah nasihatnya:

" Wahai Muhammad hiduplah sesuka hatimu, tetapi (ingat) engkau akan mati (meninggal). Cintailah orang yang engkau senangi, tetapi (ingat) engkau akan berpisah dengannya. Dan beramallah sesuka hatimu, niscaya engkau akan mendapatkan balasannya." (HR. Al Baihaqi)

Ada 3 nasihat yang disampaikan Jibril dalam hadits di atas, khususnya kepada Nabi Muhammad dan umumnya kepada umatnya termasuk para pembaca dan kita semua ini.

1.  Hidup sesuka hati tapi ingat suatu saat ajal akan menjemput kita.

Ingat, nasihat yang diberikan ini bukan berarti kita boleh hidup semau kita di alam dunia yang fana ini. Kalau kita tahu hidup di alam ini hanya sebentar maka kita tak akan berleha-leha/bersantai-santai saja. Sebenarnya kita hidup hanya untuk menunggu kematian. Kita semua adalah CAMAT (CALON MATI). Bagi mukmin dunia ini adalah penjara, sebagaimana Rasul katakan:

" Dunia adalah penjara bagi mukmin dan surga bagi orang kafir."

2. Senangi siapa saja yang kita sukai tapi ingat kita akan berpisah dengannya.  

Dalam kehidupan di alam dunia ini hanya ada 2 kemungkinan, kita dahulu yang meninggalkan orang-orang yang kita cintai atau sebaliknya. Karenanya perioritaskanlah cinta itu dengan benar. 

Urutan cinta yang benar adalah cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul-Nya (Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam), dan jihad di jalan Allah. Setelah itu cinta kepada selain mereka. Entah itu cinta kepada orang tua, isteri, harta benda dan yang lainnya.  

3. Beramal sesuka hati, banyak sedikit atau sama sekali tidak mau beramal tapi semua amalan yang dilakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak.

Hidup di alam yang sebentar ini haruslah dihiasi dengan amal terutama adalah amalan-amalan yang wajib, apakah itu shalat, shoum/puasa, zakat, atau haji. Di samping itu diiringi dan ditambah juga dengan amalan-amalan sunnah seperti shalat-shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat wajib), tahajud, dhuha, witir, infaq, shadaqah, dan sebagainya. 

Tapi perlu diingat amalan-amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah kecuali harus memenuhi 2 syarat pokok:
  • Ikhlas karena Allah semata (bukan karena ingin pujian atau sanjungan dari selain Allah).
  • Mengikuti tuntunan dari Nabi Muhammad shallallallahu 'alaihi wasallam.
Semoga Allah memudahkan bagi kita dalam memahami nasihat Jibril ini dan dapat kita jadikan peringatan dalam kehidupan di alam yang fana ini.

___________________
Sumber:
1. Mukhtaar al Ahaadiits an Nabawiyyah hal: 4

@12 Muharram 1436 H/ 4 Nopember 2014 M/ Pkl. 20.45 WIB

Sabtu, 01 November 2014

MAAFKANLAH!

Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang sangat membutuhkan orang lain. Makhluk yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lain. Namun banyak hal yang menjadi problematika dalam interaksinya. Sering kali kita melihat atau mendengar seseorang yang menjelek-jelekkan atau mengejek orang lain. Media yang digunakan-pun amat beragam. Mulai dari langsung dengan person-nya, via telpon, sms, bbm-an, whatsapp, twitter, facebook atau media sosial lainnya.

Apa sikap seorang muslim ketika menghadapi permasalahan ini?

Sikap yang terbaik adalah MEMAAFKAN.

Memaafkan memang terasa berat dan sangat berat bagi kita. Namun hal ini bisa kita latih dan perlu kita latih terus menerus. Sikap ini Allah sebutkan dalam surat Ali Imran ayat 134.

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan ) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan".

Terlebih lagi yang berbuat keburukan kepada kita adalah orang yang tidak tahu (bodoh).

Rasulullah sebagai teladan telah mencontohkan kepada umatnya bagaimana sikap yang harus ditempuh. Beliau dihina, dikejar, dilempari dengan batu sampai berdarah-darah saat berdakwah di Thaif, apa yang beliau lakukan, marah-kah? Oh, ternyata tidak! Justeru beliau mendoakan kaumnya dengan doa: "Ya Allah berikanlah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak tahu".

Demikian pula dengan sikap para ulama ketika menghina permasalahan ini. Sebut saja Imam Ahmad rahimahullah. Beliau menghadapi ujian berupa siksaan dengan cara dicambuk, dipenjara dengan kaki dirantai. Bayangkan siksaan ini beliau alami selama 4 periode masa kepemimpinan. Subhaanallaah!

Saat beliau terbebas, ada sekelompok orang yang ingin mengajak untuk memberontak kepada pemerintahan yang sah saat itu, namun beliau menolak dengan keras.


Hal yang sama dialami oleh seorang ulama besar Ahmad bin Abdul Halim yang dikenal dengan Ibnu Taimiyah. Ulama yang ketika meninggalnya diiringi oleh 200.000 orang laki-laki dan 15.000 kaum wanita menuju masjid al Umawi Damaskus untuk dishalatkan. Ulama besar ini-pun mengalami masa-masa pahit dalam kehidupannya. Beliau dihina, disiksa dalam penjara oleh raja dan para pejabat saat itu.

Pada suatu saat beliau terbebas di bawah pemerintahan yang adil, ada salah musuh beliau yang dulu pernah menyiksanya lari dari kejaran orang-orang dan bersembunyi di rumah Ibnu Taimiyah. Setelah diketahui dan sang raja mempersilakan kepada beliau berbuat apa saja terhadap musuhnya tersebut. Beliau justeru memaafkan musuhnya tanpa ada rasa dendam di hati. Subhaanallaah, sebuah contoh yang menakjubkan!

Masih banyak contoh yang dapat diambil dari para pendahulu kita ketika menghadapi keburukan yang kita alami dari orang lain.

Semoga Allah memberikan sifat pemaaf dan mau memaafkan kesalahan orang lain kepada kita.

_____________________
Sumber:
1. Ad Daliil al Mufahris li Alfaazhil Qur'aanil Kariim oleh Doktor Husain Muhammad Fahmi as Syafii.
2. Para Pemberontak di Jalan Allah oleh Mahmud 'Awad.

Yaumul Ahad, 9 Muharram 1436 H/2 Nopember 2014 M/Pkl.07.28 WIB

4 AMALAN HARI JUM'AT

Hari Jum'at adalah salah satu hari dalam seminggu yang Allah ciptakan untuk kepentingan manusia. Jum'at hari yang mulia, karenanya hari Jum'at disebut dengan Sayyidul Ayyam (penghulu/pemimpinnya hari).

Suatu kewajaran disebut demikian mengingat dalam beberapa hadits disebutkan tentang keutamaan hari Jum'at diantaranya:

a. Hari terbaik matahari terbit.

b. Hari diciptakannya Adam 'alaihis salaam.

c. Hari dimasukkannya Adam ke dalam surga dan dikeluarkan dari surga.

d. Hari diwafatkannya Adam.

d. Tidak akan terjadi Kiamat kecuali pada hari Jum'at.

Begitu mulia dan hebatnya hari Jum'at itu, karena itu ada 4 amalan yang Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam  ajarkan kepada umatnya yaitu:

1. Memperbanyak membaca sholawat kepada beliau yang mulia.

2. Membaca surat Al Kahfi baik malam atau siangnya (sebagian kaum muslimin membaca surat Yasin, padahal ini tidak diajarkan nabi yang mulia. Catatan: seluruh hadits yang berkaitan dengan keutamaan membaca surat Yasin derajatnya lemah dan palsu)

3. Disunahkan mandi, memakai wangi-wangian, dan pakaian yang terbaik.

4. Berpagi-pagi menuju masjid untuk melaksanakan shalat Jum'at.

Poin 1-2 disunahkan, baik untuk kaum laki-laki atau perempuan, sementara poin 3 dan 4 ditekankan hanya untuk kaum laki-laki saja.

_______________________________
Sumber:
1. As Sholah 'alal Madzaahib al 'Arbi'ah hal: 203-204
2. Yasinan oleh Ust. Yazid hal: 64

Yaumul Ahad, 9 Muharram 1436 H/2 Nopember 2014 M/Pkl. 06.20 WIB

Senin, 27 Oktober 2014

NIKMATNYA SUNGAI DI SURGA

Ketika kita membaca Al Qur'an sering kita mendapati ayat yang berbunyi jannaatin tajrii min tahtihal anhaar (surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai).

Bagaimana jenis dan sifat sungai-sungai di surga? Samakah dengan yang ada di dunia.

Ketahuilah di surga ada beberapa sungai yang indah dan elok yang tidak akan sama keindahan dan keelokannya seperti sungai-sungai di dunia, dan tidak sama pula seperti yang kita hayalkan.
Al Qur'an surat Muhammad ayat 15 berbicara tentang hal ini:

" (Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai yang dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring......" 

Dari ayat tersebut di atas dapat disimpulkan jenis-jenis sungai surga:
1. Sungai-sungai dari air.
2. Sungai-sungai dari susu.
3. Sungai-sungai dari khamar (arak)

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga-Nya sehingga kita dapat menikmati betapa nikmatnya sungai-sungai yang ada di surga.
__________________________
4 Muharram 1436H/27 Oktober 2014M/Pkl.22.27 WIB

Sabtu, 25 Oktober 2014

MANUSIA TERBAIK DAN TERBURUK

Siapakah manusia terbaik dan terburuk?

Jawabannya terdapat dalam surat Al Bayyinah ayat 6 dan 7.

Ayat ke-6 : "Sesungguhnya orang-orang  kafir dari ahlul kitab dan orang-orang musyrik, mereka berada di dalam neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Merekalah seburuk-buruknya makhluk".

Ayat ke-7 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholeh merekalah sebaik-baiknya makhluk".

Dapatlah dipahami bahwa seburuk-buruknya makhluk adalah orang-orang kafir. Karenanya jangan kita merasa canggung di hadapan mereka dan merasa ta'jub terhadap kedudukan mereka. Ketauhilah siapa orangnya, apapun kedudukannya, sehebat apapun kepandaiannya, sekaya apapun orangnya, tetaplah mereka orang-orang kafir yang Allah katakan sendiri seburuk-buruknya makhluk dan tempatnya neraka Jahanam.

Sebaliknya jika ingin disebut sebaik-baiknya makhluk, maka ada dua hal yang perlu dikerjakan dan amalkan: PERTAMA: BERIMAN dan KEDUA: BERAMAL SHOLEH

Insya Allah kita akan mendapatkan surga Adn dan kekal di dalamnya, sebagaimana digambarkan dalam ayat ke-8. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

_______________________________
2 Muharram 1436H/26 Oktober 2014M/Pkl.13.47 WIB

SATU NABI DIPEREBUTKAN 3 AGAMA

Allah mengutus para nabi dan rasul-Nya untuk memberikan petunjuk kepada hamba-hambaNya. Mereka diutus dari satu zaman ke zaman yang lain. Dalam riwayat disebutkan jumlah para Rasul sebanyak 314 orang sementara para nabi berjumlah 24.000 orang.

Diantara para nabi dan rasul ada seorang yang disebut dengan abul anbiya (bapaknya para Nabi). Siapa dia? Beliau adalah Nabiyullah Ibrahim 'alaihis salaam. Mengapa disebut dengan abul anbiya? Karena dari keturunannya-lah terlahir para rasul yang mulia yang diutus ke alam dunia yang fana ini.

Kita sebut saja Nabi Ismail 'alais salaam, Nabi Ishaq (dari Nabi Ishaq terlahir Nabi Ya'qub, dari Nabi Ya'qub terlahir Nabi Yusuf 'alaihis salaam. Sementara Nabi muhammad berasal dari keturunan Nabi Ismail 'alaihis salaam.

Nabi Ibrahim inilah yang diklaim oleh 3 agama, Yahudi, Nasrani, dan Islam. Mereka menganggap Ibrahim milik mereka. Dari ketiga kelompok tersebut hanya Islamlah yang berhak mengakui Nabi Ibrahim sebagai nabinya. Mengapa?

Di antara salah satu ajaran Nabi Ibrahim adalah menunaikan ibadah haji ke Baitullah. Ini dilaksanakan umat Islam hingga pada saat ini. Sementara mereka tidak!

Disamping itu klaim kedua agama selain Islam hanya sekedar klaim, pengakuan belaka, tidak dengan perbuatan (kenyataan). Dan Allah sendiri secara tegas telah menyatakan:

" Bukanlah Ibrahim itu beragama Yahudi atau Nasrani tetapi dia adalah Muslim (beragama Islam)"

Nah, ayat di atas sangat jelas menyebutkan identitas Nabi Ibrahim, bukanlah Yahudi apalagi Nasrani. Beliau adalah muslim seperti nabi-nabi sebelum dan sesudahnya.

Nah! Jadi, siapa ya yang lebih berhak mengklaim Nabi Ibrahim?

__________________
2 Muharram 1436H/26 Oktober 2014M/Pkl.13.06 WIB

KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM

Setiap orang adalah pemimpin, baik pemimpin dalam rumah tangga maupun pemimpin dalam masyarakat atau sebuah negara.

Setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. Hal ini ditandaskan Nabi yang mulia:

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya tentang kepemimpinannya".

Siapapun orangnya dia adalah pemimpin. Sang suami adalah pemimpin dalam rumah tangga. Sang isteripun demikian.

Seluruh jabatan yang ada dalam struktur organisasi dari mulai presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati sampai ketua RT akan dipertanggungjawabkan di mahkamah Allah kelak.

Berapapun lamanya jabatan itu dijabat, apapun jabatan namanya yang dijabat oleh seseorang, kelak pasti akan ditanya oleh Sang Pencipta Allah Azza wa Jalla.

Jangankan 32 atau 10 tahun seseorang menjabat, 1 haripun, kepemimpinannya akan ditanya Allah kelak. Apakah ada keadilan di dalammya atau penuh kezhaliman dalam pelaksanaannya.

Mengingat beratnya tanggung jawab ini, Islam melarang seseorang untuk meminta jabatan. Bahkan Rasulullah menolak permintaan Al Abbas (paman beliau) untuk menjadi salah seorang 'pejabat' dalam kepemimpinan beliau. Karena menurut beliau jabatan itu penyesalan. Penyesalan di akhirat kelak. Disamping itu jabatan adalah amanat dari Allah.

Seorang yang telah terpilih menjadi pemimpin, jangan bangga, sombong dalam kepemimpinannya. Karena ketika Anda diangkat menjadi, maka hari itu catatan bagi kepemimpinan Anda mulai.

Sangatlah elegan sebelum, ketika, dan setelah Anda menjadi pemimpin, belajarlah selalu tentang kepemimpinan dari qudwah kita Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, para khulafa'ur rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radiyallahu 'anhum) dan kepemimpinan setelah beliau seperti khalifah Umar bin Abdul Aziz (cucu Umar bin Khattab).

Ingatlah wahai para pemimpin, jabatan adalah amanah dari Allah yang kelak akan ditanya. Jabatan adalah penyesalan kelak di Hari Kiamat. Maka berlaku adillah dalam memimpin, sejahterakanlah masyarakat atau rakyat Anda, kelak insya Allah Anda menjadi mulia di hadapan Allah.

_______________________
2 Muharram 1436H/26 Oktober 2014M/Pkl. 08.02 WIB


Jumat, 24 Oktober 2014

SIKAP MUSLIM DALAM MENGHADAPI MASALAH

Masalah atau problematika kehidupan adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada seorangpun yang hidup di alam ini yang tanpa masalah. Apakah besar atau kecil itu sama saja yang penting...itulah yang dinamakan masalah.

Berat rasanya dalam menjalaninya. Sulit terasa dalam menghadapinya.

Sikap apakah yang harus ditempuh oleh seorang muslim?

Ingat al Qur'an dan As Sunnah telah berbicara tentang hal itu. Yang perlu diingat setiap ada kesulitan, pasti ada kemudahan! Coba kita lihat surat As Syarah atau Alam Nasyroh ayat yang ke-5 dan 6.

Fainna ma'al 'usri yusraa inna ma'al 'usri yusraa ( Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan).

Dalam ayat di atas Allah menggunakan kata " inna " yang bermakna sesungguhnya. Setiap ayat dalam Al Qur'an yang dimulai atau memakai kata ini, akan menjadi makna tersendiri atau lebih kuat dalam pernyataannya.

Yang kedua, kalau melihat teks ayat tersebut (dalam bahasa Arab), kata "al 'usr" menggunakan huruf alif dan lam, ini berarti tertentu atau telah dikenal (hanya satu kesulitan) saja, dalam "gramer Arab" ini dinamakan ma'rifat. Tetapi kata "yusr" tidak menggunakan kedua huruf tersebut. Ini bermakna banyak kemudahan (jalan keluar) yang bisa ditempuh bagi setiap kesulitan (masalah) yang dihadapi.

Setiap muslim akan selalu menghadapi masalah demi masalah. Tetapi janganlah kita takut dalam menghadapinya! Ya jangan takut! Karena Allah akan memberikan solusinya. Kuncinya hanya satu, TAKWA. Ya takwa kepada Allah!

Dalam surat At Thalaq ayat 2-5 menjadi penyemangat kita dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi. Mengapa demikian? Coba perhatikan!

1. Allah akan memberikan jalan keluar untuk problematika yang dihadapi (ayat ke-2).
2. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (ayat ke-3).
3. Allah jadikan setiap urusannya mudah (ayat ke-4).
4. Allah akan menghapus kesalahannya dan memberikan balasan yang besar (ayat ke-5).

Bagaimana masih takut menghadapi masalah?

Ya, tentu tidak lagi, insya Allah. Karena Allah telah sangat gamblang dalam menjelaskannya. Semoga kita selalu menjadi hamba-hamba yang bertakwa kepada-Nya sehingga kesulitan yang kita hadapi akan selalu ada jalan keluarnya. Aamiin.

________________
1 Muharram 1436H/24 Oktober 2014M/Pkl. 21.46 WIB

RENUNGAN TAHUN BARU HIJRIYAH

Alhamdulillah kita telah masuk tahun baru hijriyyah, 1436 H. Apa makna dari semuanya? bertambahkah usia kita? Ya benar sekali! Kalau bertambah usia ya, itu sebuah keniscayaan. Namun pada hakikatnya akan semakin dekat dengan ajal kita. Kok bisa seperti itu?

Logikanya seperti ini! seandainya seseorang diberi umur 60 tahun dan ia memulai hidupnya di usia 0 tahun ditandai dengan terlahirnya ke alam dunia yang fana ini....... Tidakkah dengan bertambah usianya dari tahun ke tahun. Dari 0 tahun, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun hingga tahun yang ke-59 akan semakin mendekatkan ia kepada kematian? Tepat sekali! Itulah jawaban yang benar!

Bertambah umur itu hal yang biasa, namun jika bertambah amal demi amal setiap hari, minggu, bulan sampai tahun itulah yang seharusnya dilakukan. Itulah yang luar biasa! Itu harus dilakukan sesuai dengan kemampuan kita! Fattaqullaaha mas tatho'tum ! (bertakwalah kepada Allah semampu kalian !)

Seorang mu'min seharusnya memikirkan suatu kehidupan yang bersifat abadi, kekal, yang tidak ada batasnya, itulah kehidupan akhirat. Coba simak surat Al Hasyr : 18.

Pikirkanlah....pikirkanlah hal itu jangan sampai rugi di akhirat. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, camkan itu!

Haruskah tahun baru ini dirayakan, seperti dzikir jama'i, mabit, atau yang lainnya seperti yang dilakukan oleh sebagian saudara-saudara kita? Kita katakan tidak untuk itu! Mengapa bukankah itu baik? Baik menurut siapa............ manusia atau Allah?

Seorang mu'min harus tunduk dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya terlebih lagi dalam urusan ibadah. Perbuatan-perbuatan seperti itu sama sekali tidak pernah diajarkan Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam.

Semoga Allah memudahkan kita dalam ibadah. Dan semoga Allah menjadikan hari-hari kita dengan penuh makna yakni dihiasi dengan amalan-amalan yang dapat menghasilkan pundi-pundi pahala di hadapan Allah subhaanahu wata'alaa sebagai bekal menghadap Sang Pencipta.

________________
1 Muharram 1436H/24 Oktober 2014M/Pkl. 21.00 WIB

Minggu, 19 Oktober 2014

PEMBAGIAN TAUHID

Para salafus shaleh membagi Tauhid menjadi tiga (3) bagian

1. Tauhid Rububiyyah: Allah adalah Sang Pencipta, Penguasa dan Pengatur alam semesta.

2. Tauhid Uluhiyyah: Allah adalah satu-satunya ilah yang wajib untuk diibadahi (disembah) oleh setiap hamba.

3. Tauhid Asma wassifat: Allah memiliki nama-nama yang baik lagi indah dan sifat-sifat yang mulia 

Ketiga bentuk Tauhid ini terwejawantahkan dalam surat pertama dalam Al Qur'an, yakni surat Al Fatihah. Mari kita lihat uraiannya:

Contoh Tauhid Rububiyyah terdapat dalam ayat ke-2 (al hamdulillaahi rabbil 'aalamiin) dan ke-4 (maaliki yaumiddiin), Tauhid Uluhiyyah terdapat pada ayat ke-5 (iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin) sementara contoh Tauhid Asma wassifat terdapat pada ayat ke-3 (arrahmaanirrahiim) dari Ummul Kitab tersebut.

Semoga bermanfaat.
____________________
@yaumulitsnaiin/25 Julhijjah 1435H/20 Oktober 2014M/14.47WIB