Sabtu, 15 Desember 2012

KEMATIAN YANG TIBA-TIBA


Belum tepat pukul 07.00 WIB pagi ini, penulis dikejutkan dengan khabar meninggalnya seorang kerabat dekat. Pasalnya, si mayit ini baru saja melangsungkan walimatul 'urs seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 24 Muharram 1434 Hiriyah atau bertepatan dengan 8 Desember 2012 Masehi. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun.

Sebenarnya berita seperti ini bukanlah sesuatu yang mengagetkan kita! Mengapa? Karena kematian bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa saja orangnya. Kematian akan datang dengan tiba-tiba. Merenggut dengan paksa tanpa melihat apakah kita seorang pejabat atau hanya rakyat biasa. Miskin atau kaya, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, sehat atau sakit. Semua bisa saja terjadi. Bahkan seorang yang tengah bercanda ria dengan keluarganya, tiba-tiba datang kematiannya.

Allah berfirman:

"Tiap-tiap yang berjiwa akan mengalami kematian." (QS. Ali Imran: 185)

"Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya." (QS. an Nahl: 61).


Kematian adalah nasehat terbaik dan guru kehidupan. Sedikit saja kita lengah memikirkan kematian, maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan. Dan sesungguhnya manusia telah menentukan bagaimana akhir hidupnya. Pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya, sebagaimana ia menjalani hidupnya seperti itu pula kemungkinan besar ia menghadapi kematiannya. Karena dengan menjalani hidup berarti kita sedang menuju kematian kita.

Semoga dalam menjalani kehidupan ini, kita selalu bertuntunkan Al Qur'an dan As Sunnah dan tetap istiqomah dalam menjalankannya. Semoga kita diwafatkan dalam keadaan berkesudahan yang baik (husnul khatimah).


_______________________________________________
Jakarta, 1 Shafar 1434 H/15 Desember 2012 M. Pkl. 17.25 WIB.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar